Pergerakan harga Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah mengalami koreksi tajam dan kehilangan level psikologis USD 2.200. Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar crypto karena menunjukkan perubahan momentum jangka pendek yang penting dipahami, khususnya oleh investor pemula yang mulai mengikuti dinamika cryptocurrency secara lebih serius.
Ethereum (ETH) sebelumnya sempat bergerak di atas USD 2.500 atau sekitar Rp41.970.000 dengan asumsi kurs 1 USD = Rp16.788. Namun, tekanan jual meningkat ketika harga gagal mempertahankan level tersebut dan mulai membentuk tren turun bertahap.
Kegagalan ini menandakan bahwa area USD 2.500 kini berfungsi sebagai resistance kuat. Selama harga berada di bawah level tersebut, pergerakan ETH cenderung terbatas dan rawan mengalami tekanan lanjutan di pasar crypto.
Baca Juga: 5 Fakta Sejarah BTC Februari Sering Bangkit Setelah Januari Merosot!

Setelah penolakan dari area atas, harga Ethereum (ETH) tercatat turun sekitar 20 persen dari puncak lokalnya. Koreksi ini mengubah struktur harga jangka pendek dari netral menjadi cenderung melemah.
Dalam konteks cryptocurrency, koreksi dua digit sering kali menjadi fase penyesuaian setelah volatilitas tinggi. Namun, secara teknikal, kondisi ini tetap perlu dicermati karena menunjukkan berkurangnya minat beli dalam jangka pendek.
Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar USD 2.200 atau setara Rp36.934.000. Level ini dianggap sebagai support krusial karena menjadi batas psikologis dan teknikal yang menentukan arah berikutnya.
Jika support ini gagal bertahan, risiko penurunan menuju area di bawah USD 2.000 atau sekitar Rp33.576.000 mulai terbuka. Sebaliknya, bertahannya harga di atas level ini dapat memicu fase konsolidasi sebelum arah baru terbentuk.
Secara teknikal, harga Ethereum (ETH) berada di bawah Simple Moving Average 100 jam. Posisi ini biasanya mengindikasikan bahwa momentum jangka pendek masih berada di sisi penjual.
Selain itu, struktur grafik menunjukkan bahwa upaya pemulihan masih terbatas selama ETH belum mampu kembali ke atas area resistance terdekat. Kondisi ini mencerminkan pasar crypto yang masih berhati-hati menunggu konfirmasi arah.
Resistance terdekat Ethereum (ETH) berada di kisaran USD 2.350 hingga USD 2.420. Dalam rupiah, rentang ini setara dengan sekitar Rp39.421.800 hingga Rp40.635.000.
Penembusan di atas zona ini dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek. Namun, selama harga masih berada di bawah area tersebut, tekanan turun tetap menjadi skenario dominan dalam analisis teknikal cryptocurrency.
Bagi investor pemula, pergerakan ETH ini menegaskan bahwa volatilitas adalah karakter utama pasar crypto. Penurunan tajam tidak selalu berarti perubahan tren jangka panjang, tetapi mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran.
Pendekatan netral dan berbasis data membantu investor memahami risiko tanpa terbawa sentimen berlebihan. Dengan memahami level support dan resistance, investor cryptocurrency dapat membaca pergerakan harga secara lebih rasional dan terukur.
Baca Juga: Michael Saylor Incar Beli Bitcoin saat BTC Turun ke USD 78,000!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.