Jakarta, Pintu News – Pasar crypto mengalami penurunan tajam, dengan total nilai pasar merosot menjadi $2,52 triliun — turun sebesar 6% pada 2 Februari 2026. Bitcoin (BTC), sebagai mata uang crypto pertama, sempat anjlok signifikan dari $89.200 ke titik terendah di $74.561.
Koin utama lainnya seperti Ethereum (ETH), XRP (XRP), Solana (SOL), BNB Coin (BNB), dan Cadano (ADA) juga mengalami kerugian besar, berkisar antara 8% hingga 15%.
Kini muncul pertanyaan besar: Akankah pasar kripto pulih minggu ini, atau justru harga akan terus merosot lebih dalam?
Per 2 Februari, harga Bitcoin turun sekitar 2,2% dan menyentuh kisaran $76.600 — level yang terakhir terlihat pada November 2024. Penyebab utama penurunan pasar ini adalah meningkatnya ketidakpastian terkait suku bunga global.
Baca juga: Harga Bitcoin Naik ke $78.000 Hari Ini (3/2/26): Peter Brandt Soroti Risiko Breakdown BTC
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve, yang memicu kekhawatiran bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.
Tekanan tambahan datang dari Anggaran India 2026 yang mempertahankan aturan pajak kripto tanpa perubahan. Meskipun tidak ada pajak baru yang dikenakan, peraturan ketat yang ada tetap diberlakukan, yang membuat banyak investor kripto kecewa.
Sejumlah peristiwa ekonomi penting di Amerika Serikat minggu ini diperkirakan akan memengaruhi harga kripto. Pada 5 Februari, data klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) terbaru akan dirilis. Analis memperkirakan klaim naik sedikit menjadi 212.000 dari angka minggu lalu yang sebesar 209.000.
Jika angka ini lebih tinggi dari yang diharapkan, itu bisa menjadi sinyal pelemahan di pasar tenaga kerja AS. Kondisi ini dapat meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan memperlambat kenaikan suku bunga — yang biasanya berdampak positif bagi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Selanjutnya, pada 6 Februari, tingkat pengangguran AS dan laporan ketenagakerjaan bulanan akan diumumkan. Tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4,5%, dibandingkan 4,4% pada Desember 2025.
Jika data ekonomi terus menunjukkan pelemahan, pasar bisa mulai memperkirakan adanya pemotongan suku bunga di masa mendatang — yang berpotensi membantu pemulihan pasar kripto.
Baca juga: Harga Solana Turun 35%: Tekanan Jual Mulai Mereda, Pemburu Diskon Mulai Masuk!
Setelah peristiwa besar ini, trader kripto Captain Faibik menyoroti bahwa Bitcoin kini kehilangan level support jangka panjang yang penting, yaitu weekly EMA100, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 840 hari. Ini dianggap sebagai sinyal peringatan pada kerangka waktu jangka panjang.
Saat ini, perhatian pasar tertuju pada zona $68.000–$70.000, yang sebelumnya menjadi area resistensi kuat sepanjang tahun 2024, dan kini berpotensi menjadi support krusial bagi pergerakan harga selanjutnya.
Per 2 Februari, harga Bitcoin berada di kisaran $76.453, mencerminkan penurunan sebesar 2,2% dalam 24 jam.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.