Harga Bitcoin Merosot Lagi ke $76.000 Hari Ini (4/2/26): Apa Selanjutnya untuk BTC?

Updated
February 4, 2026

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan pergerakan positif setelah mengalami penurunan sebelumnya pada hari Selasa (3/2). Hal ini terjadi setelah ETF BTC mencatat adanya aliran dana masuk yang baru, menyusul lonjakan besar dalam arus keluar dari investor institusional.

Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Harga Bitcoin Turun 2,69% dalam Waktu 24 Jam

Pada 4 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $76,780 atau setara dengan Rp1.286.755.229, mengalami penurunan 2,69% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.230.951.116 dan harga tertingginya di Rp1.328.036.091.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp25.425 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 1% menjadi Rp1.286 triliun.

Baca juga: Bitcoin di Ujung Jurang? 3 Sinyal Masih Tunjukkan Risiko Turun ke $63.000

Arus Masuk BTC ETF Dorong Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin dan aset kripto lainnya mulai pulih dari penurunan pasar baru-baru ini. Pada 3 Februari, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 4% dan diperdagangkan di atas $78.000. Sebelumnya, BTC terdampak oleh aksi jual besar-besaran di pasar kripto yang menyebabkan likuidasi senilai jutaan dolar.

Kenaikan harga Bitcoin ini dikaitkan dengan arus masuk baru ke ETF BTC. Menurut data dari SoSoValue, dana-dana tersebut mencatat total arus masuk sebesar $561 juta. ETF milik Fidelity (FBTC) menerima dana sebesar $153,35 juta, sementara ETF milik BlackRock (IBIT) mencatat $141,99 juta.

Faktor lain yang turut berkontribusi pada sentimen positif ini adalah akumulasi Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan treasury. Pada hari sebelumnya, perusahaan Michael Saylor, MicroStrategy, kembali membeli BTC meskipun harga pasar saat ini berada di bawah harga rata-rata akuisisi mereka. Mereka membeli 855 BTC senilai $75 juta.

Sementara itu, harga Ethereum (ETH) juga naik lebih dari 5% pada 3 Februari. Namun, arus masuk ETF Ethereum tetap negatif karena aktivitas institusional yang lebih rendah.

Meski demikian, para analis menilai bahwa kenaikan harga Bitcoin ini belum menandakan awal dari tren yang berkelanjutan. Pasar kripto masih dibayangi oleh ketidakpastian makroekonomi dan kondisi keuangan global yang ketat.

Apa Selanjutnya untuk BTC?

Sebagian besar trader crypto saat ini belum yakin ke mana arah pergerakan harga Bitcoin selanjutnya. Ketidakpastian ini semakin kuat seiring dengan makin banyaknya analis yang mulai bersikap bearish (pesimistis).

Beberapa waktu lalu, analis veteran Peter Brandt menyatakan bahwa penurunan harga Bitcoin belum berakhir. Ia bahkan memproyeksikan bahwa harga BTC bisa turun hingga ke kisaran $66.000.

Sementara itu, seorang kontributor dari CryptoQuant mengungkapkan hasil analisis mereka mengenai potensi pergerakan harga BTC. Mereka mencatat bahwa Bitcoin mengalami tingkat pendanaan (funding rate) negatif selama tiga hari terakhir, yang menurut mereka merupakan sinyal beli yang kuat bagi investor.

Baca juga: Pasar Crypto Tertekan: Kapan Harga Crypto Bisa Pulih dari Tren Bearish?

“Ketika harga Bitcoin turun dan funding rate tetap negatif selama beberapa hari berturut-turut, ini umumnya dianggap sebagai sinyal beli. Hal ini terlihat jelas pada grafik pertama,” ujarnya.

Sumber: CryptoQuant

Selain itu, analis tersebut juga menambahkan bahwa harga Bitcoin belum berhasil menutup celah CME di level $84.000. Ini bisa berarti bahwa potensi kenaikan harga BTC masih terbatas untuk saat ini.

Namun demikian, pasar berjangka menunjukkan tanda-tanda stabilitas. Berdasarkan data dari CoinGlass, volume perdagangan total turun 27% menjadi $75,27 miliar, sementara open interest (total nilai posisi terbuka) sedikit meningkat menjadi $51,47 miliar.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8