Jakarta, Pintu News – Ethereum (ETH) menghadapi tekanan jual yang meningkat hari ini karena para investor mempertimbangkan apakah akan membeli saat harga turun atau justru melanjutkan aksi jual setelah terjadinya kejatuhan pasar kripto.
Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas penjualan ETH di jaringan, termasuk oleh salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dan juga oleh Trend Research, yang memperkuat sentimen negatif di pasar.
Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, kembali menjual sebagian kepemilikan ETH-nya. Menurut laporan Lookonchain pada 3 Februari, ia menjual sebanyak 493 ETH senilai sekitar $1,16 juta. Penjualan ini dilakukan setelah sebelumnya menjual 211,84 ETH untuk mendapatkan 500.000 USDC.
Baca juga: Harga Ethereum Ambruk ke $2.200 Hari Ini (4/2/26): Alamat Whale Ramai‑ramai Kirim ETH ke Binance
Data on-chain juga menunjukkan bahwa Buterin mengonversi lebih dari 5.000 ETH ke dalam bentuk WETH. Langkah ini kemungkinan merupakan persiapan untuk penjualan lebih lanjut, yang bertujuan mendukung ekosistem Ethereum. Meskipun jumlahnya tidak besar, waktu penjualan ini—yang bertepatan dengan anjloknya pasar kripto—telah memicu kepanikan di kalangan investor.
Vitalik Buterin sendiri mengonfirmasi bahwa ia menarik 16.384 ETH untuk mendanai proyek-proyek open-source yang berfokus pada keamanan, privasi, dan teknologi verifikasi menyeluruh, sebagai bagian dari fase “penghematan ringan” yang dilakukan oleh Ethereum Foundation.
Dana tersebut akan dialokasikan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan, bukan dijual sekaligus, untuk menghindari kekhawatiran volatilitas jangka pendek.
Selain itu, Trend Research hari ini menyetorkan 30.000 ETH ke Binance, yang semakin menambah tekanan jual terhadap Ethereum.
Berdasarkan data dari Onchain Lens, perusahaan ini telah menjual total 93.588 ETH dalam beberapa hari terakhir untuk keperluan penjualan dan pelunasan pinjaman terkait posisi leverage mereka.

Platform intelijen blockchain Arkham mengungkapkan bahwa Trend Research milik Jack Yi mengalami kerugian sebesar $400 juta. Whale Ethereum ini mulai menjual besar-besaran ETH ke Binance untuk menghindari likuidasi. Eksposur ETH milik mereka kini turun menjadi $1,33 miliar dari hampir $2 miliar pada bulan lalu.
Perlu dicatat, kisaran harga likuidasi atas kepemilikan Trend Research berada di antara $1.781 hingga $1.862.
Baca juga: Harga Dogecoin Bertahan di $0.10 Hari Ini (4/2/26): DOGE Bangkit dari Wilayah Oversold?
Harga Ethereum kembali melemah setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 6%, dan kini diperdagangkan di kisaran $2.320. Kenaikan tersebut terjadi berkat aksi beli saat harga turun oleh para trader dan whale.
Menariknya, bank asal Singapura, DBS Bank, telah mengakumulasi 24.898 ETH hanya dalam waktu satu minggu ketika harga Ethereum sempat anjlok lebih dari 30% hingga di bawah $2.200.
Dalam 24 jam terakhir, harga terendah ETH tercatat di $2.158, dan tertinggi di $2.393. Namun, volume perdagangan turun sebesar 15% dalam periode yang sama, menandakan menurunnya minat trader. Untuk mengonfirmasi tren naik, harga Ethereum perlu kembali bertahan di atas rata-rata pergerakan 200-minggu, yaitu di $2.451.
Analis kripto Daan Crypto Trades mencatat bahwa pasangan ETH/BTC gagal mempertahankan level 0,032. Ia menyebutkan sentimen bearish meningkat sejak whale yang aktif pada 10 Oktober mengalami kerugian sebesar $110 juta dalam satu hari.

Ia memperkirakan kisaran level 0,026 hingga 0,03 menjadi area penting yang harus diperhatikan.
Sementara itu, data dari CoinGlass menunjukkan adanya aktivitas jual di pasar derivatif dalam beberapa jam terakhir. Saat ini, total open interest (kontrak berjangka yang masih aktif) untuk ETH futures turun hampir 1% menjadi $28,16 miliar dalam 4 jam terakhir. Open interest untuk futures XRP juga mengalami penurunan hampir 1% di CME dan 0,40% di Binance, mencerminkan meningkatnya tekanan jual baru-baru ini.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.