Jakarta, Pintu News – Pasar crypto kembali mengalami tekanan besar ketika harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) anjlok tajam dalam satu hari perdagangan. Penurunan ini membawa harga aset utama crypto ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Kapitalisasi pasar cryptocurrency global menyusut ke sekitar US$2,3 triliun atau setara Rp38.561,8 triliun (kurs US$1 = Rp16.766). Aksi jual terjadi hampir merata, menandakan sentimen pasar yang sedang sangat rapuh.
Bitcoin (BTC) turun ke bawah US$69.000 atau sekitar Rp1,16 miliar, menembus level psikologis penting yang sebelumnya menjadi puncak siklus 2021. Secara total, BTC kini telah terkoreksi sekitar 45% dari rekor tertingginya di dekat US$126.000.
Dalam empat bulan terakhir saja, harga Bitcoin sudah turun lebih dari US$56.000, mencerminkan salah satu koreksi tercepat dalam siklus ini. Jebolnya area support lama membuat kepercayaan pasar jangka pendek semakin tertekan.
Dari sisi teknikal, kegagalan Bitcoin mempertahankan zona tersebut mengubah struktur pasar menjadi bearish. Level US$80.000 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus kembali. Banyak analis menilai pasar sedang memasuki fase reset setelah reli panjang sebelumnya. Fokus jangka pendek kini tertuju pada area support US$66.000 sebagai penentu arah berikutnya.
Baca juga: Harga Jual Emas 23 Karat Hari Ini, Jumat 6 Februari 2026
Berbeda dengan koreksi ringan sebelumnya, tekanan kali ini didominasi aksi institusi. Data on-chain menunjukkan aliran besar Bitcoin masuk ke bursa serta arus keluar berkelanjutan dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat.
Kondisi ini meningkatkan suplai BTC di pasar dan memperkuat tekanan jual. Pergerakan dana besar tersebut banyak terjadi saat likuiditas pasar tipis, sehingga dampaknya terasa lebih ekstrem.
Penurunan harga yang cepat memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif crypto. Dalam 24 jam, lebih dari US$1,3 miliar atau sekitar Rp21,8 triliun posisi leverage terlikuidasi secara paksa. Mayoritas berasal dari posisi long, terutama pada Bitcoin. Gelombang likuidasi ini mempercepat kejatuhan harga dan mendorong sentimen pasar ke zona “extreme fear”.
Baca juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, Jumat 6 Februari 2026
Ethereum (ETH) ikut tertekan hebat, turun lebih dari 25% dalam sepekan dan sempat jatuh ke bawah US$2.000 atau sekitar Rp33,5 juta. Ini menjadi level terendah ETH sejak pertengahan 2025. Ripple (XRP) juga mencatat penurunan dua digit, seiring investor mengurangi eksposur ke aset berisiko tinggi. Seperti pola historis, altcoin jatuh lebih dalam dibanding Bitcoin saat pasar memasuki fase risk-off.
Tekanan ini diperparah oleh korelasi yang meningkat antara crypto dan pasar keuangan global. Tidak adanya satu berita negatif besar membuat analis menilai penurunan ini sebagai koreksi berbasis likuiditas dan reposisi portofolio.
Jika Bitcoin gagal bertahan di support terdekat, tekanan lanjutan ke area US$62.000–US$60.000 tetap terbuka. Dalam kondisi ini, pasar crypto masih sangat sensitif terhadap sentimen dan data makro.
Anjloknya harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP hari ini dipicu kombinasi jualan institusi, likuidasi leverage, dan sentimen pasar yang memburuk. Meski terlihat ekstrem, koreksi ini mencerminkan sifat pasar cryptocurrency yang sangat reaktif terhadap perubahan likuiditas. Arah jangka pendek kini bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support penting. Bagi investor, fase ini kembali menegaskan pentingnya manajemen risiko di tengah volatilitas tinggi pasar crypto.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.