Jakarta, Pintu News – Kebijakan ekonomi dan pasar yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto memicu kekhawatiran investor global dan domestik, menyebabkan pasar modal Indonesia merosot tajam dan menimbulkan pertanyaan soal arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Para investor, termasuk pelaku pasar saham tradisional dan investor aset digital seperti cryptocurrency, kini lebih berhati-hari dalam menilai risiko investasi di Indonesia yang dipandang sedang menghadapi ketidakpastian structural dan volatilitas pasar tinggi. Berikut adalah tujuh poin utama yang perlu dipahami oleh investor dari berbagai latar belakang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan sekitar 3 persen setelah penurunan outlook kredit nasional menjadi “negatif”. Penurunan ini terjadi setelah indeks penyedia MSCI memperingatkan potensi downgrade pasar Indonesia karena isu transparansi dan kriteria investability. Penurunan IHSG yang tajam mencerminkan kepercayaan investor yang menurun, memicu aksi jual lokal dan asing dalam jumlah besar.
Investor asing juga menarik modal mereka dari pasar saham dan obligasi, sehingga menambah tekanan pasar yang sudah terkoreksi sebelumnya lebih dari 6 persen dalam beberapa sesi perdagangan. Turunnya indeks saham ini menjadi salah satu indikator utama kekhawatiran pasar terhadap kebijakan ekonomi dan kondisi pasar modal di Indonesia.
Baca Juga: 5 Crypto yang Dilirik Whale pada Februari 2026, Akumulasi Diam-Diam di Tengah Volatilitas

Agensi pemeringkat internasional telah menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, yang mencerminkan meningkatnya ketidakpastian dalam kebijakan makro dan risiko governance. Hal ini berarti kemungkinan penurunan peringkat kredit lebih lanjut jika ketidakpastian tetap tinggi. Penurunan outlook ini membuat biaya pinjaman pemerintah dan korporasi berpotensi meningkat bila perilaku risk-off berlanjut.
Kekhawatiran tersebut mencakup isu fiskal, transparansi pasar, dan potensi penurunan efektivitas kebijakan moneter, yang merupakan elemen penting dalam penilaian risiko investasi jangka panjang. Meskipun peringkat Baa2 masih dijaga, outlook negatif mencerminkan risiko yang perlu dicermati oleh investor global.
Seiring turunnya confidence akibat peringatan MSCI dan outgoing outlook Moody’s, modal asing mengalami aliran keluar secara signifikan. Data pasar menunjukkan penjualan bersih oleh investor asing mencapai ratusan juta dolar dalam beberapa pekan terakhir. Aliran modal keluar ini memberi tekanan pada nilai tukar rupiah dan menambah volatilitas di pasar keuangan domestik.
Investor asing yang sebelumnya melihat Indonesia sebagai salah satu emerging market favorit kini berevaluasi kembali eksposur mereka, terutama di sektor saham dan obligasi. Jika tren aliran modal keluar terus berlanjut, hal ini dapat menghambat pemulihan pasar dalam jangka menengah.
Beberapa pelaku pasar melihat kebijakan Presiden Prabowo Subianto, termasuk langkah agresif pemerintah melalui Danantara – sovereign wealth fund yang dilaporkan mempertimbangkan pengambilalihan tambang emas besar – sebagai sumber ketidakpastian. Aktivitas seperti ini menimbulkan kekhawatiran tentang prediktabilitas kebijakan dan hubungan antara pemerintah serta sektor swasta besar.
Investor mempertanyakan apakah langkah tersebut akan memberikan nilai ekonomi jangka panjang atau justru memperburuk persepsi risiko pasar terhadap aset Indonesia. Ketidakpastian mengenai peran pemerintah dalam sektor sumber daya alam menjadi faktor yang memberatkan sentimen.

Selain tekanan di pasar modal, volatilitas juga terjadi di aset lain termasuk pasar cryptocurrency dan komoditas. Meski pergerakan harga aset digital bersifat berbeda, korelasi risiko makro global membuat investor lebih waspada terhadap alokasi modal mereka. Investor yang mencari diversifikasi sering memantau indikator makro seperti perubahan rating kredit untuk menilai risiko keseluruhan portofolio.
Kondisi ini mempengaruhi keputusan alokasi modal jangka pendek di pasar global, termasuk di pasar komoditas dan aset keuangan lainnya yang cenderung berfluktuasi lebih besar saat confidence investor turun.
Menanggapi turunnya keyakinan investor, pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk merespons volatilitas pasar dan memerangi pelanggaran pasar modal. Arahan presiden kepada otoritas pasar termasuk memperkuat respons terhadap pelanggaran pasar dan meningkatkan komunikasi dengan lembaga pemeringkat global.
Pernyataan resmi ini dimaksudkan untuk menahan laju penurunan pasar dan menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik tetap kuat. Namun, sentimen pasar masih mencerminkan skeptisisme sampai reformasi kebijakan terimplementasi secara nyata.
Investor jangka panjang perlu mempertimbangkan dampak kebijakan dan volatilitas pasar ini dalam strategi alokasi aset mereka, termasuk dalam instrumen tradisional dan digital. Ketidakpastian makro menekankan pentingnya manajemen risiko dan diversifikasi portofolio lebih luas. Sementara kemerosotan pasar dapat menciptakan peluang nilai, investor harus menyikapinya dengan pendekatan berbasis analisis risiko menyeluruh.
Baca Juga: 3 Crypto Underrated Bulan Februari 2026 yang Mulai Dilirik Investor, Bukan Sekadar Hype!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.