Kenapa Harga Crypto Turun Hari Ini, 6 Februari 2026

Updated
February 6, 2026

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) mengalami salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir, penurunan tajam yang belum terlihat sejak runtuhnya FTX. Aset kripto terbesar ini sempat anjlok ke titik terendah intraday mendekati $60.000, menyentuh level tersebut untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024 dan menghapus seluruh keuntungan yang didapat usai pemilu presiden AS.

Tekanan penurunan ini dengan cepat menyebar ke seluruh pasar kripto. Ethereum (ETH) turun di bawah $1.800, sementara Solana (SOL) jatuh di bawah $70 untuk pertama kalinya sejak Desember 2023. Dogecoin (DOGE) juga terperosok di bawah angka $0,10, memperkuat sentimen penghindaran risiko dan memicu kepanikan terutama di token-token yang banyak diminati investor ritel.

Dengan level-level dukungan penting yang kini telah ditembus di berbagai aset besar, para trader mulai mempertanyakan apakah pasar kripto — termasuk Bitcoin — telah benar-benar keluar dari fase koreksi dan masuk ke dalam fase pasar bearish sepenuhnya.

Sentimen Pasar Berubah Drastis Setelah Gagal Tembus $100.000

Sejak Bitcoin gagal menembus level psikologis $100.000 dan justru berbalik arah, sentimen pasar berubah secara signifikan. Baik investor ritel maupun institusional mulai bersikap lebih hati-hati, dengan tingkat kepercayaan yang menurun lebih cepat dibandingkan koreksi sebelumnya.

Baca juga: Analis Bloomberg Ramal Bitcoin Bisa Anjlok ke $10.000 Lagi, Kenapa?

Berbeda dari kejatuhan pasar sebelumnya — yang dipicu oleh peristiwa besar seperti gelembung ICO, krisis likuiditas akibat COVID-19, keruntuhan ekosistem Terra, atau kebangkrutan FTX — penurunan kali ini tidak disebabkan oleh satu peristiwa besar tertentu.

Sebaliknya, penurunan ini lebih mencerminkan kerusakan teknikal pada struktur pasar, diperparah oleh melemahnya keyakinan pelaku pasar dan penurunan selera risiko.

Likuidasi Posisi Long dalam Skala Besar

Selama beberapa hari terakhir, pasar kripto berada di bawah tekanan hebat, dengan nilai likuidasi yang berkali-kali menembus angka $1,5 hingga $2 miliar. Penurunan terbaru sangat menghantam pasar, dengan lebih dari $1,85 miliar posisi long dilikuidasi, menjadikannya peristiwa likuidasi terbesar kedua tahun 2026, setelah kejadian $2,4 miliar pada 31 Januari.

Dampaknya meluas dan menyakitkan: lebih dari 500.000 trader terpaksa keluar dari posisi mereka, akibat runtuhnya leverage di berbagai platform. Likuidasi tunggal terbesar terjadi di Binance — sebuah posisi long Bitcoin senilai lebih dari $12 juta — menunjukkan bahwa bahkan pemain besar pun tidak kebal terhadap tekanan pasar kali ini.

Bitcoin Menembus Level Support Teknis Kunci

Penurunan harga Bitcoin ke $60.000 terutama disebabkan oleh kerusakan teknikal, bukan karena berita mengejutkan. Koreksi semakin dalam setelah BTC gagal mempertahankan zona support $65.000–$62.000, yang sebelumnya beberapa kali menahan tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: XRP Turun ke Level Terendah 14 Bulan di $1,42, Krisis Likuiditas Picu Tekanan Penurunan Harga

Setelah Bitcoin turun di bawah $62.000, beragam stop-loss yang menumpuk di area tersebut langsung terpicu, meningkatkan tekanan jual secara cepat. Ini membuka jalan menuju zona likuiditas berikutnya di sekitar $60.000, yang menjadi titik di mana harga sempat stabil sementara.

Penurunan ini makin dikonfirmasi ketika BTC jatuh di bawah indikator tren penting, seperti rata-rata pergerakan 50-hari dan 100-hari. Kehilangan level ini membuat keduanya berubah menjadi area resistensi baru, memperkuat pandangan bearish di kalangan trader jangka pendek dan institusi.

Minimnya Pembelian Saat Turun: Mengapa Pembeli Menjauh?

Salah satu hal mencolok saat Bitcoin merosot ke $60.000 adalah minimnya respons dari pembeli. Ketika harga menembus zona support $65.000–$62.000, tidak terlihat adanya aksi beli besar-besaran, berbeda dengan koreksi sebelumnya.

Setiap pantulan jangka pendek pun langsung dijual kembali, menunjukkan bahwa trader lebih fokus mengurangi risiko ketimbang membuka posisi baru.

Dengan volatilitas yang tinggi dan likuidasi besar-besaran yang terus terjadi, banyak pelaku pasar memilih menunggu di pinggir lapangan, menanti sinyal yang lebih jelas. Ketidakpastian ini membuat Bitcoin semakin rentan, memberikan ruang bagi penjual untuk terus mendominasi dan mendorong harga turun ke kisaran $60.000.

Kesimpulan: Apakah Pasar Kripto Resmi Masuk Fase Bearish?

Aksi jual besar-besaran belakangan ini jelas mengubah suasana pasar kripto. Bitcoin yang kehilangan level $60.000, serangkaian likuidasi bernilai miliaran dolar, support teknikal yang jebol, serta lemahnya aksi beli saat harga turun — semuanya mengindikasikan bahwa situasi kali ini lebih serius daripada koreksi biasa. Kepercayaan investor melemah, selera risiko menurun, dan pelaku pasar tidak lagi agresif memborong saat harga jatuh.

Namun demikian, menyatakan bahwa kita resmi memasuki pasar bearish (bear market) mungkin masih terlalu dini. Fase bearish sejati biasanya ditandai oleh kelemahan yang berkelanjutan dan gagal pulih dari level-level kunci secara berulang, bukan sekadar penurunan tajam.

Saat ini, pasar kripto berada di titik kritis—tidak lagi dalam tren naik (bullish), tetapi juga belum sepenuhnya hancur. Apa yang terjadi selanjutnya akan sangat menentukan: jika Bitcoin gagal merebut kembali level-level penting dan tekanan jual terus berlanjut, maka fase ini bisa dengan mudah berubah menjadi pasar bearish penuh.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8