Jakarta, Pintu News – Free float saham adalah salah satu konsep penting di pasar modal yang sering digunakan untuk menilai likuiditas dan kualitas perdagangan suatu saham. Meski kerap muncul dalam laporan bursa dan indeks saham, free float masih sering disalahpahami oleh investor pemula. Memahami free float membantu investor membaca pergerakan harga saham secara lebih rasional dan menghindari kesalahan persepsi.
Free float saham adalah jumlah saham beredar yang dapat diperdagangkan secara bebas di pasar. Saham ini tidak termasuk saham yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali, manajemen, pemerintah, atau pihak strategis lain yang cenderung tidak aktif memperjualbelikan sahamnya.
Dengan kata lain, free float mencerminkan porsi saham yang benar-benar tersedia untuk publik. Semakin besar free float, semakin banyak saham yang bisa diperjualbelikan oleh investor ritel maupun institusi.
Free float biasanya dinyatakan dalam persentase. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki free float 40%, berarti 40% sahamnya tersedia untuk perdagangan publik, sementara sisanya dipegang oleh pemilik strategis.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis
Saham beredar (outstanding shares) mencakup seluruh saham yang telah diterbitkan perusahaan dan dimiliki oleh semua pihak. Free float hanya mengambil sebagian dari saham beredar tersebut.
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memiliki 10 miliar saham beredar, tetapi 6 miliar di antaranya dimiliki pemegang saham pengendali dan manajemen, maka free float-nya hanya 4 miliar saham. Inilah saham yang aktif membentuk harga di pasar.
Perbedaan ini penting karena pergerakan harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh free float daripada total saham beredar.

Free float berfungsi sebagai indikator likuiditas saham. Saham dengan free float besar umumnya lebih likuid karena lebih banyak saham tersedia untuk diperjualbelikan.
Selain itu, free float sering digunakan dalam perhitungan indeks saham. Banyak indeks global hanya menghitung kapitalisasi pasar berdasarkan saham free float, bukan total saham beredar, agar indeks lebih mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya.
Free float juga membantu regulator dan investor mengidentifikasi saham yang berpotensi mengalami volatilitas tinggi akibat pasokan saham yang terbatas.
Saham dengan free float kecil cenderung lebih volatil. Dengan jumlah saham yang terbatas di pasar, transaksi bernilai relatif kecil saja bisa menggerakkan harga secara signifikan.
Sebaliknya, saham dengan free float besar biasanya lebih stabil karena pasokan saham mencukupi untuk menyerap tekanan beli dan jual. Namun, stabilitas ini juga berarti potensi lonjakan harga ekstrem relatif lebih kecil.
Bagi investor, memahami struktur free float membantu menyesuaikan strategi, terutama dalam mengelola risiko fluktuasi harga.
Free float rendah sering dikaitkan dengan risiko manipulasi harga. Ketika saham yang beredar di publik terbatas, sekelompok pelaku pasar dapat lebih mudah mengendalikan pergerakan harga.
Karena alasan ini, banyak bursa menetapkan batas minimum free float bagi perusahaan tercatat. Tujuannya adalah menjaga perdagangan yang adil dan melindungi investor ritel.
Kebijakan ini juga mendorong transparansi dan meningkatkan kualitas pasar modal secara keseluruhan.
Free float saham adalah porsi saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Konsep ini penting karena memengaruhi likuiditas, volatilitas harga, dan perhitungan indeks saham.
Bagi investor pemula, memahami free float membantu membaca risiko dan karakter suatu saham dengan lebih objektif. Free float bukan penentu kinerja perusahaan, tetapi menjadi faktor penting dalam dinamika perdagangan saham di pasar.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.