5 Dampak Besar Penolakan Taiwan atas Tuntutan AS Relokasi 40 % Produksi Chip Dunia

Updated
February 10, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Taiwan baru-baru ini secara tegas menolak permintaan Amerika Serikat untuk memindahkan hingga 40 % kapasitas produksi semikonduktor dari pulau itu ke AS, menyebutnya “tidak mungkin”. Keputusan ini punya dampak luas bagi industri teknologi global, persaingan chip, dan bahkan ekosistem aset digital seperti crypto. Kebijakan tersebut mencerminkan ketegangan yang meningkat dalam rantai pasok teknologi tinggi global.

1. Taiwan Tegaskan Tidak Mungkin Relokasi 40 % Produksi Chip

Taiwan Vice Premier Cheng Li-chiun mengatakan kepada media bahwa tujuan AS untuk memindahkan 40 % produksi chipnya ke dalam negeri adalah tidak realistis karena ekosistem manufaktur yang sudah terintegrasi selama puluhan tahun tidak bisa dipindahkan begitu saja. Infrastruktur dan rantai pasok yang kuat tersebar luas di pulau ini membuat relokasi semacam itu hampir mustahil dilakukan dalam jangka pendek.

Cheng menjelaskan bahwa meskipun Taiwan terbuka untuk berinvestasi di luar negeri — termasuk di AS — kapasitas inti manufaktur tetap akan berkembang di Taiwan. Pernyataan ini menegaskan komitmen Taiwan untuk tetap menjadi pusat semikonduktor global.

Penolakan ini datang di tengah permintaan kuat AS untuk memperkuat produksi chip domestik demi alasan keamanan nasional dan kompetisi teknologi. AS ingin mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri, terutama yang berada dekat dengan China.

Baca Juga: 7 Dampak Kemenangan Politik Jepang Terhadap Harga BTC & Emas

2. Ketegangan Industri Chip di Tengah Tujuan Keamanan Nasional

Pemerintah AS, melalui pejabat seperti Commerce Secretary Howard Lutnick, telah menyuarakan kebutuhan untuk membawa sebagian besar produksi chip kembali ke tanah AS untuk alasan keamanan nasional. AS menilai ketergantungan terlalu besar pada Taiwan dan wilayah lain memicu risiko strategis.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi AS untuk mencapai 40 % produksi chip domestik pada 2029, sebuah target ambisius mengingat dominasi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dalam pembuatan chip canggih saat ini.

Namun Taiwan menilai bahwa sektor semikonduktor mereka berfungsi sebagai “perisai silikon” yang tidak mudah dipindahkan, karena melibatkan ratusan pemasok dan pekerja terampil yang membentuk ekosistem unik tersebut.

3. Dampak pada Investasi dan Ekspansi TSMC di AS

srategi fsc taiwan
Sumber: Payment Expert

Meskipun Taiwan menolak relokasi besar-besaran, perusahaan chip terbesar dunia, TSMC, tetap memperluas operasinya di AS dengan investasi besar di Arizona. Proyek megafab TSMC di Arizona mencakup produksi chip proses lanjutan hingga 2 nm dan 3 nm yang ditargetkan operasional di akhir dekade ini.

Ekspansi ini membantu memenuhi tujuan AS untuk memperkuat kapabilitas produksi domestik tanpa memindahkan kapasitas yang sudah matang di Taiwan. Hal ini menciptakan keseimbangan antara investasi lokal dan mempertahankan basis produksi utama di pulau Taiwan.

Strategi semacam ini dapat membawa dampak positif bagi ekonomi AS dan hubungan teknologi bilateral, tetapi tidak mengubah fakta bahwa Taiwan tetap pusat produksi terdepan secara global.

4. Implikasi Rantai Pasok Teknologi Global

Penolakan Taiwan mencerminkan dinamika kompleks dalam rantai pasok teknologi. Industri semikonduktor sangat tergantung pada koordinasi antar pemasok komponen, tenaga kerja terampil, serta investasi jangka panjang. Memindahkan lini produksi besar-besaran bukan hanya soal membangun pabrik baru, tetapi juga memindahkan seluruh ekosistem pendukungnya.

Karena itu, meskipun investasi di negara lain sedang berlangsung, kapasitas lanjutan seperti fabrikasi 3 nm dan 2 nm tetap dipusatkan di Taiwan. Ini menegaskan bahwa dominasi Taiwan dalam produksi chip canggih kemungkinan bertahan setidaknya hingga akhir dekade ini.

Dalam perspektif global, keputusan Taiwan juga memengaruhi strategi negara lain yang berusaha membangun industri chip domestik mereka sendiri, termasuk AS, Jepang, dan negara di Eropa yang tengah berlomba memperkuat kapasitas manufaktur teknologi tinggi.

5. Relevansi bagi Industri Crypto dan Teknologi

Pergerakan chip global juga relevan bagi industri crypto, terutama untuk bidang yang membutuhkan komputasi berat seperti mining atau pelatihan model AI untuk analitik pasar dan prediksi harga aset digital. Ketersediaan chip canggih berpengaruh pada inovasi teknologi komputasi dalam ekosistem crypto dan Web3.

Teknologi semikonduktor berperan dalam pengembangan perangkat keras yang mendukung keamanan jaringan blockchain dan peningkatan kecepatan transaksi. Ketidakpastian dalam rantai pasok chip dapat memengaruhi biaya produksi perangkat keras mining dan infrastruktur komputasi lainnya.

Dengan hubungan teknologi global yang terus berkembang, keputusan geopolitik seperti ini memperlihatkan bagaimana industri semikonduktor dan aset digital memiliki keterkaitan yang semakin kompleks.

Baca Juga: 5 Fakta Robert Kiyosaki Siap Beli Bitcoin Jika Jatuh ke Level Rp101 Juta

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8