Jakarta, Pintu News – Emas diperdagangkan di level $5.050,28 (Rp84.768.950) pada 11 Februari, naik 0,38% dalam 24 jam terakhir. Logam mulia ini menunjukkan kekuatan di berbagai rentang waktu: menguat 3,12% dalam tujuh hari, 11,98% dalam 30 hari terakhir, dan 22,57% dalam tiga bulan terakhir.
Kinerja positif ini terjadi meskipun sempat mengalami koreksi tajam pada akhir Januari hingga awal Februari, yang memicu penurunan harian hingga sekitar 9%. Pemulihan harga kembali ke atas level psikologis $5.000 (Rp83.925.000) menandakan munculnya momentum baru setelah tekanan jual yang cukup berat.
Emas sempat turun menembus level $5.000 (Rp83.925.000) pekan lalu sebelum kemudian berbalik naik dengan cepat. Pergerakan ini terjadi setelah reli yang terlalu panas mendorong harga ke area yang sudah dianggap “terlalu tinggi”. Penguatan kembali dolar AS ikut memberi tekanan jangka pendek, namun minat beli segera muncul lagi.
Baca juga: Harga Emas Antam 5 Gram Hari ini, 11 Februari 2026
Harga sempat bertahan di area bekas level breakout sebelumnya, di kisaran pertengahan $4.600 (Rp77.211.000) hingga $4.700 (Rp78.889.500), sebelum kembali menanjak.
Pola pergerakan ini menunjukkan ketangguhan emas di tengah fase jual yang intens. Apakah struktur harganya masih mendukung kelanjutan tren naik? Aksi harga terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih aktif mempertahankan level-level kunci.
Wells Fargo Investment Institute mengejutkan pasar pada 4 Februari 2026 setelah menaikkan secara agresif proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi di kisaran $6.100 hingga $6.300 (Rp102.388.500 – Rp105.745.500). Revisi ini merupakan lompatan besar dari perkiraan sebelumnya di $4.500 hingga $4.700, setara peningkatan sekitar 35% hingga 40% dalam satu langkah.
Bank tersebut mengaitkan revisi ini dengan ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek serta meningkatnya kebutuhan lindung nilai terhadap kejutan kebijakan. Mereka juga menyoroti berlanjutnya permintaan dari bank sentral sebagai salah satu pendorong utama di balik outlook baru tersebut.
JPMorgan menyampaikan pandangan searah pada 2 Februari, dengan proyeksi harga emas di level $6.300 (Rp105.745.500) per ounce pada akhir 2026. Bank tersebut menekankan bahwa permintaan tetap solid, baik dari institusi resmi maupun investor swasta, meskipun harga belakangan ini berfluktuasi tajam.
Para analis berpendapat bahwa kondisi makro secara keseluruhan masih mendukung emas, dengan momentum jangka menengah yang dinilai tetap terjaga. Menurut JPMorgan, upaya diversifikasi dari aset-aset tradisional terus menjadi pendorong utama permintaan. Pesannya jelas: volatilitas belum mampu menggoyahkan tren struktural emas.
Permintaan dari sektor resmi masih menjadi jangkar bagi pasar. Bank-bank sentral membeli sekitar 230 ton emas pada kuartal keempat, sehingga total pembelian sepanjang 2025 mencapai kurang lebih 863 ton. JPMorgan kini memperkirakan bank sentral akan menambah sekitar 800 ton emas lagi pada 2026.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini, 11 Februari 2026: Naik atau Turun?
Bank sentral China memperpanjang tren pembeliannya hingga 15 bulan berturut-turut, dengan total kepemilikan naik menjadi 74,19 juta ounce. Akumulasi berkelanjutan ini mencerminkan upaya diversifikasi cadangan yang terus dilakukan berbagai ekonomi besar.
Minat investor juga terlihat semakin menguat. Kepemilikan ETF berbasis emas meningkat, sementara permintaan emas fisik dalam bentuk batangan dan koin tetap solid. Alokasi portofolio ke emas melebar seiring investor mencari perlindungan dari risiko makroekonomi dan geopolitik.
Analis menekankan bahwa tingkat permintaan saat ini masih berada jauh di atas ambang historis yang diperlukan untuk menjaga pasar tetap ketat, bahkan pada level harga yang tinggi. Tren ini menegaskan kembali peran emas sebagai instrumen lindung nilai serbaguna di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Pasar sekarang mengalihkan fokus ke data ekonomi utama AS. Pekan ini akan dirilis laporan Nonfarm Payrolls bulan Januari yang sempat tertunda pada hari Rabu, dengan proyeksi sekitar 66.000 penambahan lapangan kerja, disusul rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat.

Kedua data ini berpotensi membentuk ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan suku bunga The Federal Reserve ke depan — dan bisa memicu peningkatan volatilitas. Untuk saat ini, emas masih bertahan di atas level $5.000, sementara bank-bank besar tetap mengisyaratkan bahwa arah jangka panjangnya masih condong naik.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUT), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.