Jakarta, Pintu News – Kapitalisasi pasar crypto turun lebih dari 20% sejak awal tahun, memicu perdebatan apakah harga sudah mendekati dasar atau masih berlanjut dalam tren bearish. Di tengah volatilitas tinggi, investor cryptocurrency mempertanyakan kapan waktu yang tepat untuk membeli saat harga jatuh. Platform analitik Santiment merilis lima indikator utama untuk membantu membaca potensi pembalikan pasar secara lebih objektif.
Santiment menilai lonjakan sentimen negatif ekstrem di media sosial sering muncul mendekati titik dasar pasar. Ketika narasi fear, uncertainty, and doubt (FUD) mendominasi diskusi seputar Bitcoin (BTC) dan aset crypto lain, harga biasanya telah mengalami penurunan tajam.
Sebagai contoh, saat BTC menyentuh USD 60.001 atau sekitar Rp1.008.377.406, harga kemudian rebound sekitar 19% dalam waktu kurang dari 24 jam. Santiment menyebut kepanikan publik kerap bertepatan dengan peluang beli, meski bukan jaminan pembalikan instan.

Peningkatan frasa “buy the dip” sering muncul saat pasar terkoreksi. Namun, indikator ini dinilai kurang kuat karena rebound bisa terjadi sebelum investor ritel benar-benar menyerah.
Yang lebih penting adalah perubahan bahasa menjadi istilah ekstrem seperti “crash”. Dominasi narasi kehancuran menandakan kapitulasi berbasis ketakutan, yang dalam beberapa siklus sebelumnya muncul mendekati titik balik pasar.
Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Bitcoin untuk Pemula 2026
Kata kunci seperti “selling”, “down”, atau klaim bahwa aset menuju nol biasanya melonjak saat kepercayaan investor melemah. Tren ini mencerminkan tekanan jual yang meluas di pasar cryptocurrency.
Ketika mayoritas pelaku pasar menjadi sangat pesimistis, ruang tekanan tambahan sering kali menyempit. Secara historis, fase ini kerap muncul menjelang stabilisasi harga.
Santiment juga menyoroti rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV). Indikator ini menunjukkan apakah pembeli terbaru berada dalam kondisi untung atau rugi.
Ketika MVRV masuk zona “strongly undervalued”, artinya banyak investor jangka pendek sedang merugi. Kondisi tersebut dalam beberapa siklus sebelumnya mendahului pemulihan harga crypto.
Baca juga: 5 Cara Beli Saham Crypto
Santiment menekankan bahwa definisi “dip” bergantung pada timeframe. Pergerakan kecil bisa signifikan bagi trader harian, namun kurang relevan bagi investor mingguan atau jangka panjang.
Pendekatan berbasis data dinilai lebih objektif dibandingkan intuisi semata. Meski demikian, banyak analis memperingatkan bahwa tren bearish yang lebih luas mungkin belum sepenuhnya berakhir.
Lima sinyal Santiment menunjukkan bahwa kepanikan ekstrem, perubahan narasi sosial, tren kata kunci bearish, dan MVRV rendah dapat mengindikasikan peluang beli crypto. Namun, indikator tersebut tidak menjamin pembalikan harga. Keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan strategi, toleransi risiko, dan kondisi pasar yang masih berfluktuasi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.