Jakarta, Pintu News – Harga perak (Silver/XAGUSD) tetap menjadi fokus perhatian investor dan trader pada 13 Februari 2026 setelah JP Morgan, sebagai salah satu pemain terbesar di pasar COMEX, memberikan pandangan strategis terkait logam ini.
Perak yang memiliki peran penting dalam sektor industri dan komoditas safe haven menunjukkan dinamika harga yang beragam belakangan ini, dengan pergerakan dipengaruhi oleh tren volatilitas, data makroekonomi global, serta sentimen risiko pasar. Berikut rangkuman analisa teknikal, fundamental, dan prediksi pergerakan harga.
Dalam catatan klien terbaru, JP Morgan membahas prospek pasar perak, menyoroti peran logam ini sebagai komoditas yang digunakan secara luas dalam industri, terutama di sektor energi dan teknologi. Sebagai salah satu peserta terbesar di COMEX—bursa futures logam mulia AS—pandangan JP Morgan mencerminkan sentimen penting di pasar kontrak perak global. Bank ini memperkirakan tren harga akan terus dipengaruhi oleh permintaan industri sambil tetap rentan terhadap fluktuasi pasar yang tajam.
Pandangan tersebut menekankan bahwa meskipun perak memiliki fundamental permintaan penggunaannya sendiri, dinamika pasar sering kali mencerminkan psikologi pasar yang lebih luas, termasuk posisi pemain besar dan likuiditas kontrak futures. Kerangka ini membantu trader memahami konteks di mana pergerakan XAGUSD terjadi dalam jangka pendek hingga menengah.
Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?
Harga perak telah mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk koreksi tajam di bawah level USD80 per ounce setelah reli sebelumnya, diikuti rebound sebagian harga menuju area USD89–USD90. Pergerakan ini tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental permintaan fisik, tetapi lebih sering dihasilkan oleh mekanisme pasar, termasuk likuidasi posisi leveraged dan perubahan margin di bursa COMEX.
Koridor harga yang fluktuatif ini menunjukkan bahwa perak tetap rentan terhadap tekanan jual dan beli yang terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika dolar AS menguat atau data makro meleset dari ekspektasi. Pola ini juga menunjukkan bahwa pergerakan jangka pendek sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan tidak mudah diprediksi hanya berdasarkan tren teknikal.

Skenario Bullish:
Jika data makro mulai menunjukkan perlambatan ekonomi global atau publikasi data AS mengecewakan ekspektasi pasar, perak bisa mendapatkan momentum bullish baru. Target kenaikan berikutnya bisa menembus resistance teknikal di area USD90–USD95 per ounce, memperkuat tren rebound jangka pendek.
Skenario Bearish:
Sebaliknya, jika dolar AS menguat atau indeks saham menunjukkan performance kuat, perak kemungkinan akan kembali menekan support di area USD80–USD85, terutama jika tekanan jual dipicu oleh leveraged unwind yang lebih luas. Pergerakan seperti ini cenderung dipicu oleh likuidasi posisi spekulatif ketika margin meningkat di COMEX.
Permintaan industri merupakan faktor utama jangka menengah yang mendukung pasar perak, terutama dari sektor energi surya, elektronik, dan kendaraan listrik yang terus tumbuh. Permintaan ini memberikan dasar fundamental yang relatif kuat, berbeda dengan beberapa logam mulia lain yang lebih banyak dipengaruhi oleh fungsi safe haven.
Namun, data ekonomi makro, termasuk suku bunga dan kekuatan dolar AS, tetap menjadi katalis terbesar bagi arah pergerakan perak saat ini. Faktor-faktor tersebut dapat mengubah preferensi alokasi modal investor antara aset berisiko dan komoditas safe haven seperti perak.
Investor jangka pendek disarankan memantau level support dan resistance penting serta memperhatikan rilis data ekonomi utama yang dapat memicu volatilitas tinggi. Risk management seperti penggunaan stop-loss dan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko sangat dianjurkan, mengingat perak sering menunjukkan pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga dalam jangka pendek.
Investor jangka menengah dapat mempertimbangkan faktor fundamental permintaan industri dalam strategi mereka, sambil mengevaluasi dampak makro global terhadap posisi komoditas ini. Pemahaman terhadap posisi pemain besar di COMEX juga membantu memberikan konteks tambahan terhadap pergerakan harga logam putih ini.
Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.