Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) masih berada di bawah tekanan setelah penurunan terbaru yang menghambat momentum pemulihan. Pada 15 Februari, ETH sempat diperdagangkan di kisaran $2.087 dan telah kembali menembus level $2.000, namun belum mampu membangun kenaikan yang berkelanjutan.
Tantangan yang dihadapi Ethereum bukan hanya soal level resistance, tetapi juga adanya keraguan di antara kelompok pemegang utama. Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 16 Februari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $1,970 atau setara dengan Rp33.203.651 mengalami penurunan 5,15% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.497.567 dan level tertingginya di Rp35.224.529.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.008 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 82% menjadi Rp514,63 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Top 3 Altcoin Layer-2 yang Menonjol Saat Ini, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Whale dan pemegang jangka panjang merupakan dua kelompok paling berpengaruh di pasar kripto mana pun. Dalam kasus Ethereum, kedua kelompok ini justru memberikan sinyal yang beragam. Ketidaksinkronan ini turut menyebabkan pergerakan harga yang cenderung sideways dalam waktu yang cukup lama.

Alamat yang memegang antara 100.000 hingga 1 juta ETH tercatat menjual sekitar 1,3 juta ETH pada 9–12 Februari. Nilai penjualan tersebut setara dengan kurang lebih 2,7 miliar dolar AS. Namun, dalam 48 jam berikutnya, kelompok yang sama kembali membeli 1,25 juta ETH.
Pembalikan cepat ini merepresentasikan aksi beli hampir 2,6 miliar dolar AS dalam minggu yang sama. Aktivitas jual-beli dalam skala besar seperti ini menciptakan likuiditas tanpa arah pergerakan yang jelas. Akibatnya, harga Ethereum tetap bergerak dalam rentang tertentu (range-bound), alih-alih menunjukkan tren kenaikan atau penurunan yang tegas.
Metrik HODLer net position change semakin menegaskan adanya keraguan ini. Indikator tersebut melacak perubahan saldo pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH). Sejak akhir Desember 2025, para LTH terlihat konsisten mengakumulasi ETH.
Namun, memasuki awal Februari, tren itu berubah. Pemegang jangka panjang mengurangi aktivitas pembelian dan mulai melakukan distribusi (menjual) secara ringan. Meski tekanan jualnya belum tergolong agresif, kondisi ini menunjukkan meningkatnya ketidakpastian di kalangan investor yang biasanya dikenal memiliki keyakinan kuat.
Baca juga: Prediksi Meme Coin: Bagaimana Nasib DOGE, SHIB, dan PEPE?

Aktivitas whale yang campur-aduk, ditambah sikap LTH yang lebih berhati-hati, membuat momentum bullish menjadi terbatas. Tanpa akumulasi yang berkelanjutan dari kelompok-kelompok dominan ini, harga Ethereum akan lebih sulit menembus level resistance utama.
Ethereum sempat diperdagangkan di kisaran $2.087 pada 15 Februari, dan berhasil kembali mempertahankan ambang $2.000. Resistance besar berikutnya berada di $2.241. Untuk bergerak menuju level tersebut, diperlukan bias bullish yang jelas dari kelompok pemegang besar.
Dengan belum adanya akumulasi yang tegas, skenario yang paling mungkin adalah konsolidasi. Ethereum berpotensi terus bergerak di sekitar $2.000 sambil menjaga support di $1.902. Pergerakan sideways dapat berlanjut hingga muncul keyakinan arah yang lebih kuat.

Jika whale dan LTH kembali beralih ke mode akumulasi, Ethereum berpeluang menembus $2.241. Reli yang berkelanjutan bisa mendorong harga menuju $2.395 dan bahkan menguji $2.500. Jika level $2.500 berhasil ditembus, asumsi bearish akan gugur dan ini akan mengonfirmasi tren pemulihan yang lebih kuat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.