Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) sempat stabil di kisaran $70.600 setelah sempat mengalami penurunan tajam dan kemudian pulih dengan cepat selama akhir pekan. Kini, dua analis grafik menyoroti level $72.000–$75.000 sebagai area kunci yang berpotensi menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 16 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $68,727 atau setara dengan Rp1.158.064.873 mengalami koreksi 1,34% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.143.684.028 dan harga tertingginya di Rp1.192.165.275.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.196 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 12% menjadi Rp740,66 triliun.
Baca juga: 8 Crypto yang Berpotensi Rebound Tinggi Setelah Pasar Lesu, Apa Alasannya?
Bitcoin memantul pada akhir pekan setelah mengalami aksi jual besar-besaran, lalu diperdagangkan di sekitar $70.572 pada grafik dua hari BTC/USDT dari Binance. Candlestick terbaru menunjukkan kenaikan sekitar 2,5%, dengan harga bergerak dari pembukaan di kisaran $68.854 hingga mencapai puncak sekitar $70.983.
Meski begitu, pergerakan harga masih berada di bawah garis resistensi yang ditandai di sekitar $72.825—level yang dianggap sebagai titik penentu arah berikutnya.
Grafik yang dibagikan trader TedPillows di X memperlihatkan Bitcoin turun dari area $90.000-an ke fase pelemahan cepat yang sempat menekan harga ke $60.000-an bawah sebelum berbalik naik.
Karena penurunan tersebut menembus area pergerakan sebelumnya, grafik menekankan level permintaan (demand) terdekat di sekitar $65.944 dan $60.421, serta satu level lebih rendah yang ditandai di sekitar $55.123. Intinya, rebound terjadi setelah Bitcoin menyentuh zona-zona yang sebelumnya berperan sebagai support.
TedPillows menyebut $72.000 sebagai level utama yang perlu diperhatikan. Ia menambahkan, jika harga mampu menembus area itu, fokus pasar bisa bergeser ke wilayah $76.000 hingga $80.000 yang pada grafik ditampilkan sebagai zona resistensi di atas.
Di sisi lain, ia juga menyoroti $68.800 sebagai level penting lain, mengaitkannya dengan “CME gap” yang sering dipantau trader karena kerap “tertutup” (filled) oleh pergerakan harga.
Baca juga: 4 Tanda Bitcoin Masuk Fase Awal Bear Market: Kapan Tren ini akan Berakhir?
Bitcoin bertahan di kisaran $70.707 pada grafik yang dibagikan Ali Charts. Analis tersebut menilai BTC berpotensi meniru pola terbaru S&P 500 jika berhasil merebut kembali level support penting.
Grafik itu menempatkan S&P 500 di sisi kiri dan Bitcoin di sisi kanan, memperlihatkan keduanya sama-sama turun tajam, lalu memantul, dengan fase berikutnya digambarkan sebagai peluang kenaikan lanjutan apabila support kembali terbentuk.
Di sisi S&P 500, indeks memantul setelah penurunan dalam dan kemudian bergerak naik perlahan hingga 2026, dengan pembacaan terakhir ditandai di sekitar 6.836. Sementara itu, sisi Bitcoin menunjukkan urutan yang mirip: aksi jual curam hingga awal 2026, lalu pemulihan cepat.
Ada garis horizontal di area pertengahan $70.000-an yang dianggap sebagai titik pivot—pembatas antara potensi koreksi lebih dalam dan jalur pemulihan yang lebih kuat.
Ali Charts menyebut, jika $75.000 berhasil direbut kembali sebagai support, hal itu akan “secara signifikan meningkatkan peluang” Bitcoin mengikuti pola kenaikan pasca-penurunan seperti yang terlihat pada panel S&P 500.
Namun selama BTC masih berada di bawah ambang tersebut, level itu tetap menjadi acuan utama untuk menilai apakah rebound akan bertahan atau justru melemah.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.