Jakarta, Pintu News – Quantra, protokol blockchain yang memadukan Real-World Asset (RWA) dan kecerdasan buatan (AI), mengumumkan kemitraan strategis dengan Chain Intelligence, platform intelijen dan trading terpadu untuk Web3. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat visibilitas ekosistem Web3, meningkatkan kemampuan analitik on-chain, dan mempercepat adopsi aset nyata dalam jaringan blockchain global. Inisiatif ini relevan bagi komunitas investor cryptocurrency dan pelaku pasar yang mengikuti evolusi teknologi Web3.
Kolaborasi Quantra dan Chain Intelligence berfokus pada pengembangan fungsi intelijen Web3 melalui integrasi data pasar, sinyal on-chain, alat riset, dan dukungan keputusan berbasis chat. Platform ini dirancang untuk mengurangi siklus dari riset sampai keputusan investasi dan eksekusi transaksi dengan lebih cepat serta akurat. Chain Intelligence menawarkan satu workspace terpadu yang membantu trader dan pengguna Web3 mendapatkan wawasan lebih dalam secara real time.
Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan pasar terhadap alat yang mampu menggabungkan data teknis dan analitik on-chain dalam satu antarmuka. Integrasi semacam ini dapat membantu investor memproses informasi kompleks dari blockchain tanpa bergantung pada sumber data terfragmentasi. Dengan demikian, kolaborasi ini mendorong keterlibatan pengguna yang lebih luas melalui ekosistem yang lebih transparan dan informatif.
Baca Juga: 7 Crypto yang Jadi Sorotan Jelang Imlek 2026, Momentum Musiman atau Sekadar Tren?
Quantra berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata seperti daya komputasi dan energi, menghubungkannya dengan pasar digital yang lebih luas dalam bentuk RWA. Melalui kemitraan ini, Quantra dan Chain Intelligence berupaya mempercepat adopsi RWA di ekosistem Web3 dengan menyediakan verifikasi on-chain yang sah serta pemetaan data yang terstandarisasi. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang aman dan mudah diakses untuk memperdagangkan aset nyata melalui teknologi blockchain.
Peningkatan adopsi RWA juga bertujuan membuka peluang baru bagi investor dan pengguna untuk memanfaatkan aset digital yang didukung oleh nilai nyata di dunia fisik. Infrastruktur semacam ini diharapkan dapat menarik minat institusi besar dan pelaku pasar tradisional yang selama ini berhati-hati terhadap aset kripto murni.
Kedua pihak menekankan bahwa teknologi AI menjadi elemen penting dalam mempercepat proses dari riset sampai eksekusi keputusan dalam lingkungan Web3. Quantra dan Chain Intelligence memanfaatkan fondasi berbasis IA untuk memadukan data kompleks, analitik lanjutan, dan alat keputusan secara real time. Ini membuat proses interpretasi data on-chain menjadi lebih relevan bagi pelaku pasar aktif, khususnya dalam menghadapi volatilitas tinggi yang menjadi ciri khas pasar crypto.
Pendekatan ini sesuai dengan tren umum di sektor blockchain yang makin mengintegrasikan AI untuk mendukung prediksi pasar, deteksi pola transaksional, serta optimalisasi strategi trading. Dengan memanfaatkan AI, pengguna dapat mendapatkan insight lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan proses manual yang lebih lambat.
Kolaborasi ini berpotensi meningkatkan kualitas infrastruktur Web3 secara keseluruhan, terutama di ranah intelijen pasar dan riset data on-chain. Investor cryptocurrency dapat memanfaatkan platform yang lebih komprehensif untuk memahami dinamika pasar serta tren perilaku on-chain. Hal ini juga membuka kesempatan bagi pengembang untuk menciptakan layanan tambahan yang terintegrasi dengan sistem intelijen terpusat ini.
Secara strategis, langkah ini mencerminkan bagaimana proyek Web3 berupaya menggabungkan teknologi data, AI, dan tokenisasi real-world asset untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih matang dan berkelanjutan. Bagi pelaku pasar yang ingin tetap up-to-date dengan inovasi Web3, kolaborasi semacam ini bisa menjadi indikator arah tren teknologi blockchain di tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: 6 Perbedaan Emas Digital Berbasis Crypto vs Emas Digital Biasa, Mana Lebih Relevan di 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.