Jakarta, Pintu News – Menjelang akhir Februari, perdebatan antara performa saham MicroStrategy (MSTR) dan Bitcoin (BTC) semakin memanas di kalangan investor global. Banyak pihak menyoroti apakah MicroStrategy mampu mengungguli Bitcoin, terutama setelah volatilitas pasar yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan harga Bitcoin (BTC) yang sempat turun hingga 23% dalam sebulan terakhir dan saham MicroStrategy (MSTR) yang menutup perdagangan di level $131,05, persaingan keduanya menjadi sorotan utama. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbandingan performa, strategi perusahaan, serta sentimen pasar yang memengaruhi kedua aset tersebut.

Selama Februari, harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan meski sempat mencatat kenaikan harian tipis sebesar 0,15%. Di sisi lain, saham MicroStrategy (MSTR) justru mencatat kenaikan 1,24% pada sesi perdagangan Jumat, dengan volume transaksi mencapai 17,6 juta lembar saham. Harga saham MSTR bergerak di kisaran $129,41 hingga $136,14, dan setelah jam perdagangan, harga bertahan di sekitar $131.
MicroStrategy sendiri diketahui memegang 717.131 Bitcoin (BTC) per 17 Februari, dengan rata-rata harga pembelian sekitar $76.027 per koin, sehingga total nilai kepemilikan mencapai $54,5 miliar. Namun, dengan harga Bitcoin (BTC) saat ini di kisaran $68.063, nilai treasury MicroStrategy turun menjadi sekitar $48,8 miliar.
Setelah memperhitungkan utang bersih sekitar $6 miliar dan beberapa penyesuaian kas, harga saham MSTR kini diperdagangkan sedikit di bawah nilai aset Bitcoin (BTC) yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan periode bull market sebelumnya, di mana saham MSTR sering kali diperdagangkan dengan premi signifikan terhadap nilai treasury Bitcoin (BTC)-nya. Selama lima tahun terakhir, saham MSTR dikenal sebagai proxy leverage untuk Bitcoin (BTC), dengan beta mencapai 3,5 dan pergerakan harian yang bisa dua hingga tiga kali lipat dari persentase perubahan harga Bitcoin (BTC).
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia
MicroStrategy akan menggelar konferensi “Bitcoin for Corporations” di Las Vegas pada 24–25 Februari, yang diprediksi akan menjadi katalis penting bagi pergerakan saham MSTR. CEO Michael Saylor diperkirakan akan menyoroti strategi treasury perusahaan, yang dapat meningkatkan minat perdagangan saham MSTR di pekan terakhir Februari.
Selain itu, MicroStrategy secara konsisten mengumumkan pembelian Bitcoin (BTC) hampir setiap hari Senin, mempertegas model akumulasi yang didanai melalui utang, penerbitan saham preferen, atau ekuitas. Strategi ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menambah kepemilikan Bitcoin (BTC) tanpa menjual aset digital tersebut.
Menurut unggahan dari Open4profit di platform X, MicroStrategy tetap mempertahankan seluruh kepemilikan Bitcoin (BTC) meski saat ini mengalami unrealized loss sekitar $5,7 miliar dari harga rata-rata pembelian. Michael Saylor lebih memilih menggalang dana melalui penerbitan saham atau utang ketimbang menjual Bitcoin (BTC) yang dimiliki.
Namun, tekanan juga datang dari sisi analis, di mana Mizuho Securities memangkas target harga 12 bulan saham MSTR dari $403 menjadi $320. Selain itu, perusahaan juga melaporkan kerugian bersih sebesar $12,4 miliar dan kerugian belum terealisasi dari aset digital sebesar $17,4 miliar.

Secara teknikal, saham MicroStrategy (MSTR) saat ini bergerak di antara level support $125 dan resistance $135, setelah sebelumnya rebound dari zona $105–110. Indikator RSI berada di level 54,97 yang menandakan momentum bullish ringan, sementara MACD menunjukkan crossover positif meski ekspansinya masih terbatas.
Dari sisi performa sejak awal tahun, beberapa tracker mencatat saham MSTR turun 13,75%, sedangkan Bitcoin (BTC) mengalami penurunan lebih dalam hingga 22%. Ketahanan relatif saham MSTR inilah yang memicu perdebatan apakah saham ini mampu terus mengungguli Bitcoin (BTC) hingga akhir Februari.
Di sisi lain, tekanan terhadap Bitcoin (BTC) juga datang dari arus keluar ETF yang mencapai $3,8 miliar dalam lima minggu terakhir, menurut data Walter Bloomberg. Namun, secara kumulatif, arus masuk ETF Bitcoin (BTC) masih berada di kisaran $54 miliar, menandakan minat institusi tetap tinggi.
Data jaringan juga menunjukkan hash rate Bitcoin (BTC) mendekati 1.000 exahash per detik dan kapasitas Lightning Network di atas 5.600 Bitcoin (BTC). Dengan harga Bitcoin (BTC) yang masih berkonsolidasi di sekitar $68.000 dan harga emas menembus $5.100, investor terus memantau apakah MicroStrategy (MSTR) mampu mempertahankan keunggulan relatifnya hingga penutupan bulan ini.
Persaingan antara MicroStrategy (MSTR) dan Bitcoin (BTC) semakin menarik untuk diikuti, terutama dengan berbagai katalis yang akan terjadi di akhir Februari. Strategi akumulasi agresif MicroStrategy dan sentimen pasar yang dinamis menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan kedua aset ini.
Dengan volatilitas yang tinggi dan tekanan dari berbagai sisi, baik saham MSTR maupun Bitcoin (BTC) masih berpotensi mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat. Investor dan pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.