Jakarta, Pintu News – Dominasi Nvidia di pasar chip AI memang tak terbantahkan, namun bukan berarti saham ini selalu menjadi pilihan terbaik untuk investasi jangka menengah. Banyak investor institusi kini mulai berhati-hati, terutama karena risiko tarif impor dan valuasi yang sangat tinggi.
Dengan pertumbuhan yang harus konsisten di atas 60% agar harga saham tetap wajar, sejumlah saham AI lain justru menawarkan peluang lebih menarik. Berikut tiga saham AI yang diprediksi mampu melampaui performa Nvidia pada Maret 2026, lengkap dengan satu pilihan berisiko tinggi sebagai bonus.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menjadi pemain utama dalam industri chip global, dengan kenaikan harga saham hampir 100% dalam setahun terakhir. Perusahaan ini memproduksi lebih dari 90% chip tercanggih di dunia, termasuk untuk Nvidia, Broadcom, dan AMD.
Keunggulan TSMC terletak pada kemampuannya mengendalikan struktur biaya para pelanggannya, bahkan mampu menaikkan harga chip hingga 20% tanpa kehilangan permintaan. Ketika TSMC menaikkan harga, margin keuntungannya meningkat, sementara margin pelanggan seperti Nvidia justru tertekan.
TSMC juga diuntungkan dari sisi tarif, karena sebagai eksportir, perusahaan ini tidak terkena beban tarif impor seperti yang dialami Nvidia. Fasilitas produksi baru di Arizona, Amerika Serikat, memungkinkan TSMC memproduksi chip tanpa terkena tarif sama sekali.

Dari sisi valuasi, TSMC hanya diperdagangkan di kisaran 18x EV/EBITDA, hampir setengah dari valuasi Nvidia yang mencapai 35x. Selain itu, arus dana institusi yang masuk ke TSMC sangat besar, dengan 1.945 institusi membuka posisi baru senilai $49 miliar pada kuartal terakhir.
Baca juga: Prediksi Harga Crypto 2026: Kemana Arah Pergerakannya?
Alphabet, induk Google, mungkin terlihat kurang menarik secara teknikal karena harga sahamnya cenderung datar dan sempat turun 7% dalam sebulan terakhir. Namun, indikator Chaikin Money Flow (CMF) justru menunjukkan arus dana institusi yang mulai masuk, berbeda dengan Nvidia yang masih mengalami outflow.

Jika harga saham mampu menembus level $319, pola bearish akan melemah, dan di atas $349, tren negatif jangka pendek bisa sepenuhnya terbalik. Hal ini menandakan potensi pembalikan arah yang didukung oleh akumulasi institusi.
Dari sisi fundamental, Alphabet menawarkan solusi AI yang lebih murah dibandingkan Nvidia, seperti Ironwood TPU yang hanya seharga $15.000, jauh di bawah GPU Nvidia yang mencapai $30.000-$40.000. Pertumbuhan Google Cloud yang mencapai 48% dan lonjakan margin operasional dari 17,5% menjadi 30,1% dalam setahun menjadi bukti kekuatan bisnisnya.
Selain itu, Alphabet tidak memiliki eksposur terhadap risiko tarif, sehingga lebih tahan terhadap gejolak kebijakan perdagangan global. Jika harga turun di bawah $286, pola bearish akan terkonfirmasi, namun arus dana institusi menunjukkan potensi pembalikan yang kuat.
Baca juga: Harga 1 Pi Network (PI) di Indonesia Hari Ini (26/2/26)
Broadcom mencatat kenaikan harga saham sebesar 64% dalam setahun terakhir, meski dalam sepekan terakhir cenderung stagnan. Saat ini, pola inverse head and shoulders mulai terbentuk, yang secara teknikal menandakan potensi pembalikan tren menuju bullish.

Jika harga mampu menembus level $350, peluang kenaikan hingga 20% terbuka lebar, terutama menjelang laporan keuangan kuartal pertama pada 4 Maret 2026. Momentum ini bisa menjadi pemicu utama bagi pergerakan harga Broadcom ke level $420.
Keunggulan Broadcom terletak pada pergeseran tren AI dari fase training ke inference, di mana custom ASIC yang dirancang Broadcom jauh lebih efisien dan murah dibandingkan GPU Nvidia. Perusahaan ini telah menjadi mitra utama bagi Google, Meta, ByteDance, hingga OpenAI dalam pengembangan chip inference.
Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan adanya akumulasi saham oleh investor, dengan nilai MFI yang masih di bawah ambang overbought. Namun, jika harga turun di bawah $314, pola bullish akan melemah, dan di bawah $295, pola reversal akan batal sepenuhnya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.