Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga emas global kini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh bursa tradisional. Ketika pasar berjangka CME di Amerika Serikat tutup pada akhir pekan, aktivitas price discovery justru bergeser ke jaringan blockchain melalui aset emas tokenisasi seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUt).
Fenomena ini menandai pergeseran penting dalam lanskap crypto dan cryptocurrency, di mana perdagangan 24/7 memberi ruang bagi pasar onchain untuk memimpin pembentukan harga sementara pasar konvensional berhenti.
CME gold futures berhenti diperdagangkan setiap Jumat pukul 17.00 ET dan baru dibuka kembali pada Minggu pukul 18.00 ET. Dalam rentang waktu tersebut, pasar berjangka yang teregulasi tidak aktif, sementara transaksi emas yang tersisa umumnya terjadi melalui kesepakatan over-the-counter (OTC) di Asia yang tidak dilaporkan secara publik.

Akibatnya, instrumen emas tokenisasi di blockchain menjadi satu-satunya pasar yang transparan dan terus berjalan sepanjang akhir pekan. Menurut Iggy Ioppe, mantan CIO Credit Suisse yang kini menjabat CIO Theo, hampir 100% pembentukan harga publik emas saat akhir pekan terjadi di pasar onchain.
Ia menambahkan bahwa ketika perdagangan CME kembali dibuka, harga futures sering kali menyesuaikan pergerakan yang sudah terjadi di blockchain. Artinya, sinyal harga yang muncul di PAXG dan XAUt selama akhir pekan kerap tercermin pada pembukaan pasar tradisional.
Baca juga: 4 Penyebab Utama Pasar Meme Coin Terpuruk Parah Bulan Ini
Lonjakan peran blockchain dalam pembentukan harga emas terjadi seiring pertumbuhan kapitalisasi pasar emas tokenisasi. Dalam setahun terakhir, sektor ini bertambah hampir US$2,8 miliar atau sekitar Rp47,18 triliun, naik dari US$1,6 miliar menjadi US$4,4 miliar atau sekitar Rp74,15 triliun.
Kenaikan 177% ini melampaui pertumbuhan pasar emas global dan sebagian besar ETF emas spot. Jumlah dompet pemegang juga melonjak hampir tiga kali lipat dengan tambahan lebih dari 115.000 wallet baru.
Volume perdagangan juga mencetak rekor, mencapai sekitar US$178 miliar atau Rp3.000 triliun sepanjang 2025. Pada kuartal keempat saja, volume menembus US$126 miliar atau sekitar Rp2.122 triliun. Angka ini menempatkan emas tokenisasi sebagai produk investasi emas terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, setelah SPDR Gold Shares.
Baca juga: Deretan Altcoin Potensial yang Wajib Dipantau di Bulan Maret Saat Bitcoin Mulai Lesu
Keunggulan utama emas tokenisasi adalah kemampuannya diperdagangkan selama 24 jam tanpa henti. Jika terjadi peristiwa geopolitik ketika pasar futures tutup, investor tradisional tidak dapat menyesuaikan posisi mereka. Sebaliknya, pemegang cryptocurrency dapat segera melakukan rebalancing melalui PAXG atau XAUt. Pada Sabtu lalu, misalnya, emas tokenisasi melonjak ketika ketegangan geopolitik meningkat akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Di saat yang sama, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami penurunan harga, memperlihatkan rotasi aset menuju safe haven digital. Data CoinMarketCap menunjukkan XAUt sempat naik di atas US$5.450 atau sekitar Rp91,84 juta, sementara PAXG mendekati US$5.536 atau sekitar Rp93,30 juta sebelum terkoreksi.
Namun demikian, likuiditas pasar emas tokenisasi masih lebih kecil dibanding futures dan ETF, sehingga transaksi besar dapat memicu volatilitas harga. Tantangan regulasi lintas yurisdiksi dan perbedaan aturan kustodi juga masih menjadi hambatan adopsi institusional yang lebih luas.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.