3 Level Harga Bitcoin yang Sering Jadi Bottom

Updated
March 6, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian investor crypto setelah indikator on-chain menunjukkan pola historis yang menarik. Dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin sering membentuk titik terendah harga pada rentang tertentu berdasarkan rasio MVRV. Data terbaru menunjukkan bahwa pola tersebut masih relevan untuk memahami potensi pergerakan cryptocurrency terbesar di dunia ini.

Indikator ini membantu investor melihat apakah pasar sedang berada dalam kondisi untung atau rugi secara agregat. Dengan memahami area harga penting ini, kamu bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang potensi fase akumulasi dalam pasar crypto.

1. Memahami Indikator MVRV dalam Pasar Crypto

MVRV (Market Value to Realized Value) adalah indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) dengan nilai realisasi dari seluruh koin yang beredar. Secara sederhana, indikator ini menunjukkan apakah mayoritas investor cryptocurrency sedang berada dalam posisi untung atau rugi.

Jika nilai MVRV berada di atas angka 1, berarti sebagian besar pemegang Bitcoin berada dalam kondisi keuntungan yang belum direalisasikan. Sebaliknya, ketika indikator ini berada di bawah 1, banyak investor yang mengalami kerugian sehingga tekanan jual biasanya mulai berkurang.

Dalam analisis pasar crypto, kondisi tersebut sering menjadi tanda bahwa harga mulai mendekati area dasar atau “bottom”. Karena itu, indikator ini kerap digunakan analis untuk mengidentifikasi potensi fase akumulasi.

Baca Juga: Bank Sentral Ceko Kejar Cadangan Emas 100 Ton, Bitcoin (BTC) Masih Jadi Pertimbangan

2. Zona Bottom Bitcoin Selama 10 Tahun Terakhir

Berdasarkan analisis data historis cryptocurrency, Bitcoin cenderung membentuk titik terendah harga ketika MVRV berada di antara level 1,0 hingga 0,8. Pola ini telah muncul berulang kali dalam beberapa siklus pasar selama lebih dari satu dekade.

Saat ini, kisaran harga yang sesuai dengan zona tersebut berada pada beberapa level penting:

  • Level MVRV 1,0 berada di sekitar $54.000 atau sekitar Rp913.626.000
  • Level MVRV 0,8 berada di sekitar $43.000 atau sekitar Rp727.517.000

Zona harga tersebut sering dianggap sebagai area di mana tekanan jual mulai melemah. Ketika sebagian besar investor crypto mengalami kerugian, aktivitas penjualan biasanya berkurang sehingga membuka peluang pembalikan tren.

Namun, penting untuk diingat bahwa indikator ini hanya memberikan gambaran probabilitas berdasarkan data historis, bukan jaminan bahwa harga cryptocurrency akan selalu mengikuti pola yang sama.

3. Harga Bitcoin Saat Ini Masih di Atas Zona Bottom

Pada saat analisis ini dibuat, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $73.000 atau sekitar Rp1.235.087.000. Dalam satu minggu terakhir, harga cryptocurrency ini bahkan mencatat kenaikan lebih dari 6 persen.

Menariknya, meskipun sempat mengalami koreksi, nilai MVRV Bitcoin masih berada di atas level 1,0. Artinya, secara keseluruhan investor masih memegang keuntungan yang belum direalisasikan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar crypto belum sepenuhnya memasuki fase tekanan jual ekstrem yang biasanya muncul menjelang titik bottom. Dengan kata lain, ada kemungkinan harga Bitcoin masih dapat bergerak di atas zona tersebut.

4. Level Profit Taking yang Perlu Diperhatikan

Selain zona bottom, indikator MVRV juga menunjukkan area di mana potensi aksi ambil untung mulai meningkat. Ketika harga Bitcoin naik terlalu jauh di atas nilai realisasi, investor cenderung mulai menjual asetnya untuk mengunci keuntungan.

Beberapa level penting yang sering dikaitkan dengan risiko profit taking antara lain:

  • Band MVRV 2,4 di sekitar $130.000 atau sekitar Rp2.199.470.000
  • Band MVRV 3,2 di sekitar $174.000 atau sekitar Rp2.943.906.000

Ketika harga cryptocurrency mendekati area ini, tekanan jual biasanya meningkat karena banyak investor yang telah memperoleh keuntungan besar. Hal ini sering membuat pasar memasuki fase koreksi setelah periode kenaikan yang kuat.

Namun dalam siklus saat ini, Bitcoin bahkan belum pernah menyentuh level 3,2 tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola siklus crypto saat ini memiliki dinamika yang sedikit berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

Kesimpulan

Indikator MVRV menjadi salah satu alat penting dalam analisis on-chain cryptocurrency karena mampu memberikan gambaran mengenai kondisi keuntungan investor secara keseluruhan. Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin (BTC) sering membentuk titik terendah harga ketika indikator ini berada di antara level 1,0 dan 0,8.

Saat ini, zona tersebut berada di kisaran Rp913 juta hingga Rp727 juta. Meskipun begitu, harga Bitcoin masih diperdagangkan jauh di atas level tersebut sehingga pasar belum menunjukkan tanda klasik dari fase bottom.

Bagi investor crypto, memahami indikator seperti MVRV dapat membantu membaca siklus pasar dengan lebih objektif. Namun seperti semua indikator dalam dunia cryptocurrency, keputusan investasi tetap memerlukan analisis tambahan dan manajemen risiko yang baik.

Baca Juga: Keperkasaan Dolar AS: De-Dolarisasi Gagal, Mata Uang Dunia Lain Tersingkir!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8