Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan di pasar crypto global setelah data terbaru menunjukkan aset digital ini mulai mengejar performa emas. Analisis terbaru memperlihatkan adanya potensi perubahan tren jangka panjang yang bisa membuka peluang baru bagi investor cryptocurrency. Meski begitu, kondisi pasar global yang volatil membuat peluang tersebut tetap disertai risiko.

Pergerakan rasio Bitcoin terhadap emas menjadi indikator penting yang menunjukkan perubahan momentum di pasar. Data terbaru memperlihatkan rasio BTC terhadap emas mulai menguat setelah sebelumnya menyentuh level support yang pernah muncul pada 2017, 2022, dan 2023.
Analis juga menemukan adanya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Kondisi ini terjadi ketika harga membentuk titik terendah baru, tetapi indikator momentum justru menunjukkan kenaikan, yang menandakan tekanan jual mulai melemah.
Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

Dalam analisis pasar crypto, rasio BTC terhadap emas sempat turun ke area 12–13. Level ini sebelumnya menjadi resistance pada 2017 sebelum akhirnya berubah menjadi support kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika level ini berhasil dipertahankan, banyak analis menilai bahwa area tersebut dapat menjadi dasar pembalikan tren jangka panjang Bitcoin (BTC). Artinya, BTC berpotensi kembali menguat terhadap emas dalam siklus pasar berikutnya.

Salah satu faktor yang mendukung optimisme pasar cryptocurrency adalah pergerakan dana pada ETF. Dalam 30 hari terakhir, arus dana ETF Bitcoin mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Beberapa data penting yang tercatat antara lain:
Perubahan ini menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap crypto mulai kembali meningkat.

Sementara ETF Bitcoin mengalami peningkatan arus dana, kondisi berbeda justru terjadi pada ETF emas. Produk ETF emas terbesar di Amerika Serikat, SPDR Gold Shares (GLD), mencatat arus keluar dana yang sangat besar.
Data menunjukkan adanya outflow sekitar US$3 miliar atau setara Rp50,83 triliun dalam satu hari. Jumlah ini bahkan disebut sekitar 200% lebih besar dibanding arus keluar terbesar yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Selain arus dana, data kepemilikan aset dalam ETF juga menunjukkan divergensi antara Bitcoin dan emas. Jumlah BTC yang tersimpan dalam ETF mengalami peningkatan dalam 30 hari terakhir.
Beberapa perubahan penting yang tercatat antara lain:
Perubahan ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan eksposur dari emas ke crypto.
Laporan Binance Research menyebut kondisi ekonomi global saat ini menciptakan apa yang disebut sebagai “opportunity within risk” bagi Bitcoin (BTC). Artinya, peluang investasi muncul di tengah ketidakpastian pasar.
Beberapa faktor geopolitik seperti konflik global dan ketegangan ekonomi membuat Bitcoin bergerak mirip dengan aset makro lain, termasuk minyak dan saham. Namun di saat yang sama, arus modal perlahan mulai kembali ke pasar crypto.
Sejarah pasar menunjukkan bahwa siklus politik Amerika Serikat sering memengaruhi performa pasar keuangan global. Dalam tahun pemilu paruh waktu AS, pasar saham biasanya mengalami penurunan sementara.
Namun setelah periode tersebut berakhir, pasar biasanya mengalami pemulihan yang kuat. Data historis menunjukkan:
Pola historis ini membuat sebagian analis melihat potensi pemulihan harga crypto dalam siklus pasar berikutnya.
Perbandingan antara Bitcoin (BTC) dan emas menunjukkan perubahan dinamika yang menarik di pasar global. Rasio BTC terhadap emas yang menguat, arus dana ETF yang meningkat, serta perubahan kepemilikan aset menunjukkan adanya peluang baru bagi investor cryptocurrency.
Meski begitu, volatilitas ekonomi global tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi di crypto, kamu tetap perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko pasar yang ada.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.