BTC Mengguncang Dunia: Harga Melonjak Tajam, Emas Tersungkur di Tengah Konflik Iran-AS!

Updated
March 26, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu gejolak di pasar keuangan global. Namun, kali ini bukan emas yang menjadi primadona pelarian investor, melainkan Bitcoin (BTC) yang justru mencatatkan lonjakan harga spektakuler. Sementara harga emas terus merosot, Bitcoin (BTC) justru menembus rekor baru dan menarik perhatian pelaku pasar sebagai aset safe haven alternatif. Fenomena ini menandai perubahan besar dalam persepsi investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Bitcoin (BTC) Melonjak, Emas dan Perak Terpuruk

Sejak serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur militer Iran pada 28 Februari, harga Bitcoin (BTC) melonjak sekitar 30%. Dari posisi $66.200, aset kripto terbesar ini berhasil menembus level $72.650 hanya dalam waktu singkat. Lonjakan ini menjadi salah satu reli paling tajam dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan jeda serangan selama lima hari pasca perundingan diplomatik dengan Iran. Meski media Iran membantah adanya komunikasi langsung dengan Washington, pasar tetap merespons positif kabar tersebut.

Di sisi lain, harga emas justru mengalami tekanan hebat. Dari posisi mendekati $4.400 per ons, emas turun hingga di bawah $4.300, atau terkoreksi sekitar 2% dalam periode yang sama. Bahkan, pada sesi perdagangan awal, harga emas sempat menyentuh level $4.250. Dari puncak tertingginya, emas kini telah anjlok hampir 25%, yang menurut analis telah menghapus nilai pasar logam mulia lebih dari $10 triliun.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 7,47% Saat Perang AS-Iran Memanas di Akhir Maret 2026!

Perpindahan Modal: Bitcoin (BTC) Jadi Pilihan Investor

Pergerakan modal di pasar keuangan semakin memperjelas perubahan preferensi investor. Dalam periode 16 hingga 20 Maret, produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin (BTC) mencatatkan arus masuk bersih sebesar $94,5 juta, menandai empat pekan berturut-turut aliran dana positif. Sementara itu, beberapa dana berbasis emas justru mengalami penurunan aset kelolaan, menandakan investor mulai meninggalkan logam mulia sebagai aset pelindung nilai. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut menekan harga emas, karena emas tidak menawarkan imbal hasil dan menjadi kurang menarik saat dolar menguat.

Kinerja Bitcoin (BTC) selama konflik ini mengejutkan banyak pelaku pasar tradisional. Selama ini, Bitcoin (BTC) kerap dianggap terlalu volatil untuk dijadikan penyimpan nilai di tengah krisis geopolitik. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa aset digital ini justru mampu bertahan dan bahkan menguat di saat ketidakpastian meningkat. Fenomena ini membuka peluang bagi Bitcoin (BTC) untuk merebut mahkota safe haven dari emas di masa mendatang.

Pasar Menanti Level Kunci, Ketidakpastian Masih Membayangi

Para analis kini menyoroti level $72.000 sebagai titik krusial bagi pergerakan harga Bitcoin (BTC) selanjutnya. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menembus $75.000 semakin terbuka lebar. Indikator momentum menunjukkan bahwa minat beli masih cukup kuat, meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis. Keputusan Iran untuk menutup Selat Hormuz setelah serangan awal telah mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia dan memicu volatilitas di pasar komoditas serta ekuitas.

Indeks S&P 500 tercatat turun sekitar 1% sejak konflik dimulai, sementara Nasdaq terkoreksi sekitar 0,5%. Sementara itu, harga perak bahkan mengalami penurunan lebih tajam, mendekati 50% dari level tertingginya. Di tengah ketidakpastian ini, Bitcoin (BTC) justru tampil sebagai aset yang mampu memberikan perlindungan nilai bagi investor. Namun, kelanjutan tren ini sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari ke depan.

Bitcoin (BTC) Tantang Dominasi Emas di Era Baru Safe Haven

Perubahan drastis dalam arus modal global selama konflik Iran-AS menandai babak baru dalam persaingan aset safe haven. Bitcoin (BTC) kini tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai aset spekulatif, melainkan mulai diakui sebagai alternatif pelindung nilai yang efektif. Sementara emas dan perak terus tertekan, Bitcoin (BTC) justru menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah gejolak geopolitik. Masa depan aset safe haven kini semakin terbuka, dan Bitcoin (BTC) berpeluang besar untuk merebut mahkota dari emas jika tren ini berlanjut.

Baca Juga: XRP Terjun Bebas di Awal 2026: Akankah Kuartal Kedua Ulangi Kejayaan 2017?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8