Jakarta, Pintu News – Tectonic crypto (TONIC) menjadi salah satu proyek DeFi yang menarik perhatian karena menawarkan layanan pinjam-meminjam aset digital tanpa perantara, sekaligus membuka peluang passive income bagi pengguna cryptocurrency.
Tectonic adalah protokol decentralized finance (DeFi) berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna untuk melakukan lending (meminjamkan) dan borrowing (meminjam) aset crypto secara non-custodial. Artinya, kamu tetap memegang kendali penuh atas aset tanpa perlu mempercayakan dana ke pihak ketiga.
Platform ini pertama kali berkembang di ekosistem Cronos dan kini mulai mengarah ke integrasi lintas jaringan (cross-chain). Dengan pendekatan algoritmik, seluruh sistem berjalan otomatis melalui smart contract tanpa campur tangan manusia.
Baca Juga: Alokasi THR 2026: Beli Perhiasan Emas 22 Karat atau Mulai Cicil Bitcoin (BTC)?

Penggunaan Tectonic pada dasarnya tidak memiliki biaya tetap seperti layanan finansial tradisional. Namun, pengguna tetap dikenakan biaya transaksi jaringan (gas fee) serta bunga pinjaman yang bersifat dinamis.
Suku bunga ditentukan secara algoritmik berdasarkan supply dan demand dalam liquidity pool. Ketika banyak pengguna meminjam aset tertentu, bunga akan meningkat, sedangkan jika likuiditas berlebih, bunga akan menurun.
Tectonic memiliki beberapa fungsi utama dalam ekosistem crypto dan cryptocurrency, terutama di sektor DeFi. Fungsi ini menjadikannya mirip dengan bank digital, namun tanpa perantara.
Berikut fungsi utama Tectonic:
Selain itu, pengguna juga akan menerima token representasi (tToken) yang menunjukkan kepemilikan di dalam pool. Token ini bisa digunakan dalam strategi DeFi lain untuk meningkatkan potensi yield.
Tectonic tidak memiliki CEO atau pemilik tunggal karena merupakan proyek decentralized. Sistemnya dikendalikan oleh komunitas melalui mekanisme governance menggunakan token TONIC.
Pemegang TONIC dapat memberikan suara terkait perubahan protokol, seperti penambahan aset baru atau pengaturan suku bunga. Model ini mencerminkan prinsip utama cryptocurrency, yaitu desentralisasi dan transparansi tanpa otoritas pusat.
Popularitas Tectonic meningkat karena menawarkan solusi keuangan yang fleksibel dan terbuka untuk siapa saja. Dengan hanya koneksi internet dan wallet crypto, kamu sudah bisa mengakses layanan pinjam-meminjam global.
Selain itu, tren DeFi yang berkembang pesat di 2026 juga mendorong adopsi platform seperti Tectonic. Banyak investor tertarik karena bisa mendapatkan yield tanpa harus menjual aset utama seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH).
Untuk menggunakan Tectonic, kamu perlu memiliki wallet crypto dan aset digital yang ingin digunakan sebagai collateral. Prosesnya relatif sederhana dan bisa dilakukan dalam beberapa langkah.
Berikut langkah umum penggunaan Tectonic:
Sebagai contoh, kamu bisa menyimpan Ethereum (ETH) sebagai jaminan, lalu meminjam stablecoin untuk trading di market lain. Strategi ini sering digunakan trader untuk mendapatkan exposure tambahan tanpa menjual aset utama mereka.
Tectonic crypto (TONIC) merupakan salah satu inovasi penting dalam dunia DeFi yang memungkinkan aktivitas keuangan tanpa bank. Dengan fitur lending, borrowing, dan governance, platform ini membuka peluang baru bagi investor untuk mengelola aset secara lebih fleksibel.
Namun, seperti semua investasi crypto, risiko tetap ada, terutama terkait volatilitas dan likuidasi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami mekanisme platform sebelum mulai berinvestasi.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini vs Crypto Market: Mana yang Lebih Perform Ditengah Konflik Geopolitik Global?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.