Bitcoin & Ethereum Bisa Meledak? Ini Dampak Diplomasi Trump-Iran ke Harga Crypto 2026!

Updated
April 3, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Pasar crypto kembali bergerak dinamis di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menunjukkan pemulihan terbatas setelah sempat tertekan oleh ketidakpastian makroekonomi.

Pada awal April 2026, BTC berada di kisaran $66.552 atau sekitar Rp1,13 miliar, sementara ETH diperdagangkan di sekitar $1.998 atau Rp33,96 juta. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar cryptocurrency terhadap perkembangan geopolitik dan arus dana institusional yang kembali masuk.

Diplomasi Trump-Iran Picu Ketidakpastian Global

Presiden Donald Trump memperpanjang tenggat diplomasi dengan Iran selama 10 hari, yang berdampak langsung pada sentimen pasar global. Keputusan ini diambil di tengah negosiasi yang masih berlangsung, terutama terkait keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Penundaan potensi serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April 2026 memberikan ruang bagi pasar untuk merespons dengan lebih tenang. Namun, risiko konflik tetap tinggi seiring laporan rencana invasi darat yang dapat berlangsung hingga dua bulan.

Ketegangan ini semakin meningkat setelah serangan rudal Iran melukai lebih dari 15 warga Amerika di pangkalan militer di Arab Saudi. Jika konflik meluas, gangguan terhadap ekspor minyak Iran, khususnya dari Kharg Island, dapat memicu lonjakan harga energi global. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan inflasi dan memperburuk ketidakpastian ekonomi. Dalam konteks ini, aset crypto dan cryptocurrency sering dipandang sebagai alternatif lindung nilai terhadap risiko geopolitik.

Baca juga: Solana Bisa Tembus Rp1,6 Juta? Ini Skenario Jika Bitcoin Melejit ke $80.000!

Harga Crypto Naik Seiring Harapan De-eskalasi

Pasar cryptocurrency menunjukkan pemulihan setelah dua hari volatilitas tinggi, didorong oleh harapan de-eskalasi konflik. Bitcoin (BTC) kembali menembus level $68.000 atau sekitar Rp1,15 miliar, sementara Ethereum (ETH) berhasil bertahan di atas $2.000 atau Rp33,99 juta. Kapitalisasi pasar crypto global naik sekitar 1,29% menjadi $2,36 triliun atau setara Rp40.157 triliun. Kenaikan ini mencerminkan relief rally yang dipicu oleh perubahan sentimen geopolitik.

Dukungan dari negara seperti Uni Emirat Arab untuk menjaga stabilitas Selat Hormuz turut meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, pasar juga menantikan pernyataan resmi Trump terkait kemungkinan gencatan senjata dengan Iran. Jika ketegangan mereda, aset berisiko seperti crypto berpotensi mengalami penguatan lebih lanjut. Namun, volatilitas tetap tinggi karena faktor eksternal masih mendominasi pergerakan pasar.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan Galeri24 Hari Ini, 3 April 2026

Arus Dana ETF Perkuat Sentimen Bullish

Salah satu faktor utama yang mendukung pasar crypto adalah meningkatnya arus masuk dana ke produk ETF. Pada 31 Maret 2026, Bitcoin spot ETF mencatat net inflow sebesar $118 juta atau sekitar Rp2 triliun. Sementara itu, produk ETF berbasis Ethereum juga mencatat inflow sebesar $31,17 juta atau sekitar Rp529 miliar. Data ini menunjukkan bahwa investor institusional masih aktif melakukan akumulasi aset cryptocurrency.

Arus dana ini sering kali menjadi indikator awal perubahan sentimen pasar secara keseluruhan. Ketika institusi mulai masuk, pasar cenderung mengikuti arah yang sama dalam jangka menengah. Selain itu, keberadaan ETF memberikan akses yang lebih mudah bagi investor tradisional untuk masuk ke pasar crypto. Hal ini memperkuat legitimasi cryptocurrency sebagai kelas aset yang semakin diterima secara global.

Baca juga: Harga Emas vs. Bitcoin: Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Ubah Arah Investasi Global

Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum 2026

Dalam jangka pendek, Bitcoin (BTC) masih bergerak dalam fase konsolidasi di tengah ketidakpastian global. Level support utama berada di $60.000 atau sekitar Rp1,02 miliar, sementara resistance kuat berada di $72.500 atau Rp1,23 miliar. Jika BTC berhasil menembus resistance tersebut, potensi kenaikan menuju $75.000 atau sekitar Rp1,27 miliar semakin terbuka. Namun, penurunan di bawah support dapat memicu tekanan jual lanjutan.

Sementara itu, Ethereum (ETH) bergerak di kisaran support $2.000 hingga $2.100 atau sekitar Rp33,99 juta hingga Rp35,69 juta. Jika tekanan jual meningkat, ETH berpotensi turun ke $1.910 atau sekitar Rp32,47 juta. Sebaliknya, jika momentum bullish kembali menguat, harga ETH dapat naik ke rentang $2.300 hingga $2.500 atau sekitar Rp39,10 juta hingga Rp42,49 juta. Pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi makro dan sentimen pasar global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.