Jakarta, Pintu News – Metrik penting di pasar minyak yang kerap mendahului kejatuhan besar pasar sejak 1987 kini semakin mendekati zona berbahaya.
Saat ini, tingkat perubahan 12 bulanan (rate of change/ROC) minyak mentah berada di level 91%. Para analis menilai bahwa setiap kali indikator ini menembus 100%, pasar kemudian mengalami koreksi tajam atau crash.

Berdasarkan grafik harga minyak dunia hari ini, pergerakan harga energi menunjukkan dinamika yang berbeda antara crude oil dan Brent. Crude oil tercatat berada di level 111.198 USD per barel. Secara harian, harga ini mengalami penurunan sebesar 0.342 poin atau terkoreksi 0,31%.
Baca juga: Harga Bitcoin Naik ke $69.000 Hari Ini (6/4/26): Mampukah BTC Melonjak Tinggi di Bulan April?
Meski demikian, dalam perspektif mingguan, crude oil masih mencatat kenaikan yang cukup kuat, yakni 8,04%, yang mengindikasikan bahwa tren penguatan dalam beberapa hari terakhir masih relatif dominan.
Sementara itu, Brent diperdagangkan pada level 109.608 USD per barel. Berbeda dengan crude oil, Brent justru menunjukkan kenaikan harian sebesar 0.578 poin atau naik 0,53%. Namun, akumulasi kenaikan mingguannya lebih terbatas, yaitu 2,09%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Brent masih bergerak positif, laju penguatannya tidak seagresif crude oil.
Analis sekaligus trader Jack Prandelli menyoroti bahwa pola ini telah berulang selama hampir empat dekade. Pada 1987, 1990, masa pecahnya gelembung dot-com, krisis keuangan 2008, dan bear market 2022, ROC minyak dalam 12 bulan tercatat menembus level 100%.
Dengan posisi saat ini di 91%, ruang yang tersisa hanya sekitar 9 poin. Margin tipis ini dinilai dapat cepat hilang seiring meningkatnya guncangan pasokan. Harga minyak sendiri terus melonjak sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, memicu gejolak di pasar energi dan memperbesar kekhawatiran terhadap resesi.
Prandelli mengatakan bahwa ketika harga minyak bergerak naik secepat ini, perekonomian biasanya mulai tertekan. Menurutnya, kecil kemungkinan kali ini akan berbeda karena sejarah justru menunjukkan pola yang sama.
Senada dengan itu, salah satu pendiri DataTrek Research, Nick Colas, sebelumnya juga menilai bahwa ketika harga minyak naik dua kali lipat dalam periode 12 bulan, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal datangnya resesi.
Baca juga: Harga Ethereum Rebound ke $2.100 Hari Ini (6/4/26): Trendline ETH Tampilkan Struktur Uptrend!
Ia menjelaskan bahwa aturan praktis yang dipelajarinya dari ekonomi industri otomotif pada era 1990-an adalah: jika harga minyak melonjak 100% dalam setahun, maka resesi patut diantisipasi.
Sementara itu, gangguan pasokan yang berpotensi mendorong harga minyak melewati ambang tersebut tampaknya sudah mulai terjadi. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur yang sebelum konflik mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, dilaporkan terhenti.
Presiden AS Donald Trump juga mengeluarkan ultimatum baru. Ia mengancam akan menyerang infrastruktur Iran bila selat tersebut tidak kembali dibuka sebelum hari Selasa. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa jalur perairan itu akan tetap ditutup hingga isu reparasi perang diselesaikan.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, aset yang sebelumnya lekat dengan pasar komoditas tradisional kini mulai hadir dalam format digital, termasuk aset yang berkaitan dengan sektor energi dan harga minyak.
Salah satu contoh yang relevan dalam konteks ini adalah Chevron (CVXON). Sebagai perusahaan energi global, Chevron memiliki aktivitas bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai industri minyak dan gas, mulai dari eksplorasi dan produksi hulu hingga pengilangan, distribusi, pemasaran, transportasi, petrokimia, dan pengembangan energi untuk kebutuhan listrik.
Dalam ekosistem blockchain, eksposur terhadap Chevron kini juga hadir melalui CVXON (Chevron Tokenized Stock), yaitu representasi digital berbentuk token dari saham Chevron Corporation yang diterbitkan oleh Ondo Finance. Melalui aset ini, investor, khususnya di luar Amerika Serikat, dapat memperoleh akses terhadap pergerakan harga saham Chevron.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.