Jakarta, Pintu News – Data center yang menjadi tulang punggung kecerdasan buatan (AI) kerap dituding sebagai biang kerok krisis lingkungan akibat konsumsi air dan listrik yang masif. Namun, klaim terbaru dari NVIDIA, yang didukung langsung oleh Elon Musk, justru membalikkan narasi tersebut.
Dengan inovasi pendinginan terbaru, NVIDIA menyatakan penggunaan air di fasilitas AI kini jauh lebih efisien dari yang selama ini diperkirakan. Apakah benar AI tidak seburuk yang dibayangkan dalam hal konsumsi air?
NVIDIA baru-baru ini mengumumkan teknologi pendinginan cair pada suhu 45 derajat Celsius yang diklaim mampu memangkas penggunaan air secara drastis di data center. Sistem ini memungkinkan fasilitas AI di wilayah beriklim sejuk untuk beroperasi dengan dry cooler, tanpa perlu menara pendingin evaporatif yang boros air. Dengan teknologi ini, konsumsi air untuk pendinginan bisa ditekan dari sekitar 2,6 juta galon per megawatt per tahun menjadi hampir nol.
Klaim ini didukung oleh data dari Manhattan Institute yang menyebutkan bahwa data center hanya menyumbang 0,2% dari total konsumsi air harian di Amerika Serikat. NVIDIA juga menegaskan bahwa sistem Blackwell mereka 300 kali lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan dengan pendinginan udara konvensional.
Efisiensi ini tidak hanya mengurangi jejak air, tetapi juga memangkas konsumsi listrik hingga 40% dari total kebutuhan data center. Dengan demikian, inovasi ini menjadi kunci dalam persaingan global membangun infrastruktur AI yang ramah lingkungan. Perubahan paradigma ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya air di tengah pertumbuhan pesat industri AI.
Baca juga: Cardano Ungkap Diskusi Rahasia dengan SpaceX, Prediksi Masa Depan Kripto Melesat Tajam!
Elon Musk, yang dikenal sebagai pemilik xAI dan pengguna utama chip NVIDIA, secara terbuka mendukung klaim efisiensi air dari NVIDIA. Menurut Musk, teknologi terbaru NVIDIA menjadi tulang punggung proyek AI miliknya dan mampu mengatasi kekhawatiran publik terkait konsumsi air.
Dukungan dari tokoh sekelas Musk memperkuat posisi NVIDIA dalam menghadapi kritik bahwa pertumbuhan AI mengancam pasokan air lokal. NVIDIA menegaskan bahwa desain referensi DSX untuk pabrik AI benar-benar minim konsumsi air berkat sistem sirkulasi tertutup. Ali Heydari, direktur pendinginan dan infrastruktur data center NVIDIA, menyatakan bahwa sistem ini telah menghilangkan hampir seluruh kebutuhan air dan memangkas konsumsi listrik secara signifikan.
Dengan sistem tertutup, air yang digunakan didaur ulang sehingga tidak perlu mengambil air segar secara terus-menerus. Hal ini menjadi argumen kuat bahwa pertumbuhan AI tidak harus identik dengan eksploitasi sumber daya alam. Namun, tetap diperlukan pengawasan agar efisiensi ini benar-benar terimplementasi secara luas.
Baca juga: 5 Risiko dan Potensi Crypto di Tengah Ancaman Selat Hormuz, 22 Juni 2026
Meski klaim efisiensi air dari NVIDIA terdengar meyakinkan, sejumlah pihak mengingatkan bahwa data nasional seringkali menutupi detail di lapangan. Laporan Berkeley Lab menyebutkan, pada 2023, data center di Amerika Serikat menggunakan sekitar 17,4 miliar galon air secara langsung, dan 211 miliar galon secara tidak langsung melalui konsumsi listrik. Seiring pertumbuhan AI, penggunaan air langsung diperkirakan melonjak hingga 38 hingga 73 miliar galon pada 2028.
Artinya, meski efisiensi meningkat, skala ekspansi industri tetap menjadi tantangan besar. Selain itu, teknologi dry cooler yang diandalkan NVIDIA hanya optimal di wilayah beriklim sejuk. Di daerah panas dan kering, efisiensi sistem ini menurun sehingga tetap membutuhkan air dalam jumlah besar.
Kasus di Memphis, di mana data center xAI milik Musk menyedot 1,3 juta galon air minum per hari dari akuifer lokal, menjadi bukti nyata bahwa tantangan lingkungan masih ada. Respons regulator dan masyarakat di wilayah rawan air akan sangat menentukan apakah efisiensi ini mampu mengimbangi laju ekspansi industri AI.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.