Apa Itu Cash Flow dan Bagaimana Penggunaannya?

Updated
February 10, 2022
• Waktu baca 6 Menit
Gambar Apa Itu Cash Flow dan Bagaimana Penggunaannya?
Reading Time: 6 minutes

Beberapa orang mengatakan “Cash Flow is King” untuk menekankan pentingnya cash flow dalam aspek keuangan pribadi maupun bisnis. Beberapa menyebutkan bahwa nafas dari sebuah perusahaan terletak pada seberapa sehat arus kas yang dimilikinya. Hal ini mungkin akan membuat sebagian besar dari kita bertanya, “Apa itu cash flow?”

Arus kas atau Cash Flow adalah sebuah upaya untuk melacak aliran dana yang masuk dan keluar dari keuangan pribadi maupun bisnis. Cash flow nantinya akan dijadikan materi untuk membuat laporan keuangan yang berguna bagi manajemen, investor, atau pemegang kepentingan lainnya. Laporan keuangan tersebut nantinya dapat digunakan untuk melakukan forecasting (prediksi) dan membuat keputusan selanjutnya.

Ada banyak sekali manfaat sekaligus penerapan yang terdapat pada cash flow. Agar pemahaman kamu terhadap peran dan fungsi cash flow bisa lebih dalam lagi, kamu bisa baca artikel berikut ini.

Apa Itu Cash Flow?

Cash flow adalah sebutan lain dari arus kas. Melalui pelacakan arus kas kamu dapat membuat Laporan arus kas yang berfungsi untuk melacak setiap pemasukan dan pengeluaran dana. Melalui laporan tersebut kamu bisa menemukan hasil analisa apakah keuanganmu mengalami penurunan atau kenaikan. Dalam cash flow dikenal dua istilah lain yakni cash inflow dan outflow.

Cash inflow adalah pemasukan yang diperoleh melalui tiga cara yakni pemasukan aktif, pemasukan pasif, dan pemasukan investasi. Sedangkan cash outflow adalah pengeluaran yang terdiri dari empat jenis pengeluaran yakni pengeluaran tetap, pengeluaran tak terhindar, pengeluaran tambahan dan tabungan.

Apabila cash inflow lebih besar daripada cash outflow maka dapat dikatakan bahwa keuangan atau cash flow yang kamu miliki bernilai positif. Sedangkan apabila cash inflow lebih kecil daripada cash outflow maka dapat dikatakan bahwa keuangan atau cash flow yang kamu miliki bernilai negatif positif.

Manfaat Cash Flow

Pembuatan cash flow tidak dapat lepas dari beragam manfaatnya baik untuk penggunaan individual maupun korporasi. Hal ini dikarenakan keberadaan cash flow atau laporan keuangan dapat digunakan untuk mengetahui posisi keuangan dan langkah selanjutnya yang harus ditempuh oleh perusahaan ataupun individu. Beberapa manfaat cash flow yang perlu kamu ketahui di antaranya adalah:

Menentukan Tingkat Pengembalian atau Nilai Proyek

Arus kas yang masuk dan keluar dari sebuah proyek dapat digunakan sebagai input dalam membuat rasio pada laporan keuangan seperti nilai aset bersih atau Net Asset Value. Hal ini dibutuhkan oleh seorang investor yang ingin menanamkan modalnya atau pengusaha yang ingin melakukan pengajuan pinjaman. Selain itu cash flow juga apat digunakan untuk mlihat apakah kegiatan operasional yang dilakukan mendatangkan keuntungan atau tidak.

Menemukan Masalah pada Likuiditas Bisnis

Meskipun bisnis yang dilakukan menghasilkan keuntungan namun belum berarti bahwa perusahaan tersebut likuid. Karena biasa saja keuntungan tersebut menumpuk dalam bentuk bahan baku di gudang atau berbentuk piutang usaha yang memerlukan biaya tagih dan risiko gagal bayar yang besar bagi perusahaan. Sebuah perusahaan bisa bangkrut meskipun memiliki keuntungan yang tinggi disebabkan karena kekurangan uang tunai.

Mengevaluasi Kinerja Manajemen

Cash flow dapat dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen dalam mendapatkan pemasukan yang dihasilkan pada kegiatan usaha yang aktual. Ketika laba bersih terdiri dari barang-barang non-tunai yang besar, hal itu dianggap bahwa pendapatan yang diperoleh perusahaan memiliki likuiditas yang rendah. Dengan begitu manajemen dapat mengambil keputusan untuk melakukan perubahan model bisnis atau mengalokasikan sumber daya yang dimiliki pada kegiatan lain.

Mengevaluasi risiko Investasi

Perusahaan tidak jarang mengalokasikan pemasukan yang didapat pada sejumlah produk keuangan lain untuk keperluan investasi.untuk mengetahui apakah hasil penanaman modal yang dilakukan perusahaan menunjukkan kinerja yang baik, maka perusahaan dapat menilai dari laporan keuangan yang dimiliki. Apabila risiko yang dihasilkan lebih besar daripada imbal hasil yang didapatkan, perusahaan dapat menarik dana yang diinvetasikan untuk di tempatkan pada instrumen lainnya.

Jenis-jenis Cash Flow

Kita sebelumnya sudah mengerti bahwa dalam cash flow terbagi menjadi dua jenis arus kas yakni cash inflow dan outflow. Akan tetapi dari masing-masing jenis aliran dana tersebut masih bisa dipisahkan menjadi beberapa kategori lagi berdasarkan sifatnya. Berikut ini jenis-jenis pemasukan dan pengeluaran arus kas berdasarkan sifatnya:

Jenis Pemasukan

Terdapat beberapa jenis pengeluaran yang mempengaruhi arus kas seorang individu atau sebuah perusahaan. Pemasukan ini merupakan hasil dari sebuah upaya untuk mendapatkan arus kas masuk. Beberapa jenis pemasukan tersebut di antaranya adalah pemasukan aktif, pasif, dan investasi, berikut ini penjelasannya:

Pemasukan Aktif

Pemasukan aktif merupakan arus kas yang diperoleh oleh perusahaan atau individu dari hasil sebuah upaya. Pendapatan ini hanya diperoleh apabila individu atau perusahaan melakukan serangkaian pekerjaan dan mendapatkan imbal hasil dari pekerjaan tersebut. Contoh pemasukan aktif misalnya kegiatan jual beli, gaji bulanan, komisi, dan sebagainya.

Pemasukan Investasi

Pemasukan investasi merupakan penghasilan yang diperoleh ketika individu ataupun perusahaan mendapatkan imbal hasil dari kegiatan investasi. Pemasukan investasi dapat dikatakan sebagai dana yang dihasilkan oleh perusahaan dari kegiatan bisnis normalnya setelah dikurangi dengan uang yang dikeluarkan untuk melakukan belanja modal atau capital expenditure (CapEx).

Meskipun tidak melakukan pekerjaan aktif, namun kegiatan investasi tidak dapat dikategorikan sebagai pendapatan pasif. Hal ini dikarenakan seorang investor perlu melakukan serangkaian analisis dan pengambilan risiko saat melakukan investasi. Contoh pemasukan investasi di antaranya adalah crypto, reksadana, saham, bunga bank, dan sebagainya.

Pemasukan Pasif

Pemasukan pasif merupakan pemasukan yang didapat tanpa melakukan upaya nyata. Perbedaan pemasukan pasif dan investasi terletak pada risiko dan upaya yang dilakukan untuk mendapatkan pemasukan tersebut lebih sedikit. Contoh pendapatan pasif diantaranya penyewaan properti, pendapat rabat, peningkatan harga aset (misalnya saja aset kripto) dan lain-lain.

Jenis Pengeluaran

Selain beberapa jenis pemasukan, terdapat beberapa jenis pengeluaran yang mempengaruhi arus kas seorang individu atau sebuah perusahaan. Pengeluaran ini merupakan sebuah upaya yang diperlukan untuk mendapatkan arus kas masuk yang lebih tinggi lagi. Pengeluaran tersebut di antaranya adalah pengeluaran tetap, pengeluaran tak terhindar, pengeluaran tambahan dan tabungan. Berikut ini penjelasannya:

Pengeluaran Tetap yang Wajib Dibayarkan

Pengeluaran ini merupakan sebuah biaya yang apabila tidak dibayarkan maka akan mendapatkan sanksi. Misalkan pengeluaran untuk membayar pajak, membayar pinjaman bank, dan pengeluaran untuk membayar supplier.

Pengeluaran yang Tidak Terhindarkan

Pengeluaran ini merupakan biaya yang turut mengikuti biaya pokok dalam sebuah kegiatan  operasional. Pengeluaran ini juga berperan untuk membantu pengeluaran pokok agar sebuah perusahaan atau individu dapat bertahan. Contoh pengeluaran ini misalkan biaya air, biaya listrik, biaya transportasi, biaya pulsa, dan lain-lain.

Pengeluaran Tambahan

Pengeluaran tambahan merupakan pengeluaran yang sifatnya tidak wajib dan digunakan untuk kepentingan hiburan. Beberapa menganggap pengeluaran ini penting untuk menjaga moral karyawan tetap tinggi setelah bekerja dalam kurun waktu yang lama. Contoh pengeluaran ini misalkan pengeluaran untuk liburan, pemberian bonus karyawan, hingga keperluan untuk makan-makan bersama.

Tabungan

Tabungan merupakan pengeluaran untuk mengumpulkan sejumlah dana untuk digunakan pada saat tertentu. Contoh dari tabungan misalkan dana darurat, asuransi, hingga dana pensiun. Pengeluaran tabungan biasanya dipercayakan pada pihak ketiga seperti lembaga asuransi, bank, hingga lembaga pengelola dana pensiun.

Cash Flow vs Profit

Bertentangan dengan apa yang mungkin kamu pikirkan, arus kas tidak sama dengan laba. Tidak jarang kedua istilah ini membuat banyak orang bingung karena tampaknya sangat mirip. Ingatlah bahwa arus kas adalah uang yang masuk dan keluar dari bisnis.

Laba, di sisi lain, secara khusus digunakan untuk mengukur kesuksesan finansial perusahaan atau berapa banyak uang yang dihasilkannya secara keseluruhan. Laba adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan melunasi semua kewajibannya. Laba adalah apa pun yang tersisa setelah dikurangi semua biaya yang dikeluarkan perusahaan dari pendapatannya.

Melacak jumlah, waktu, dan asal dari arus kas merupakan tujuan yang paling penting dari pelaporan keuangan. Hal ini penting untuk menilai likuiditas, fleksibilitas, dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Arus kas positif menunjukkan bahwa aset likuid perusahaan meningkat, memungkinkannya untuk menutupi hutang, menginvestasikan kembali dalam bisnisnya, memberikan keuntungan kepada pemegang saham, membayar biaya operasional, dan menyediakan dana cadangan untuk mengantisipasi tantangan keuangan di masa depan.

Cara Membuat Laporan Cash Flow

jenis cash flow

Agar arus kas terlacak secara teratur, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan arus kas. Membuat laporan cash flow tidaklah sesulit yang kamu pikirkan. Kamu bisa membuat laporan cash flow yang sederhana sesuai dengan kebutuhanmu. Semakin sedikit variabel yang digunakan, semakin sederhana laporan yang kamu buat, berikut ini beberapa langkah untuk menyusun laporan cash flow berikut:

Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan

hal pertama yang kamu perlu lakukan untuk menyusun cash flow adalah melakukan pencatatan dan pengumpulan faktur belanja beserta invoice yang kamu dapatkan saat melakukan transaksi. Hal ini dapat menjadi bukti atau dokumentasi yang dapat kamu akses sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

Tuliskan semua aset yang kamu miliki, berupa mesin, bahan baku, dan piutang yang belum tertagih pada konsumen. Dengan begitu kamu bisa mengetahui berapa total kekayaanmu dan mengetahui apakah kamu memiliki likuiditas yang cukup untuk membayar hutang jangka pendek.

langkah selanjutnya untuk menyusun cash flow adalah menulis daftar liabilitas. Liabilitas adalah kewajiban atau hutang yang kamu miliki baik jangka panjang ataupun jangka pendek. Liabilitas bisa didapat dari pinjaman bank atau hutang pada suplier. Mengetahui liabilitas yang kamu miliki memudahkan kamu untuk melacak aliran keluar dari arus kas yang kamu kelola.

Menentukan Total Nilai Kekayaan

Setelah kamu mengetahui seluruh total aliran dana keluar dan masuk kamu bisa menentukan berapa total kekayaan bersih yang kamu miliki. Dengan begitu kamu bisa tahu ada pada posisi mana kondisi keuanganmu saat ini. Dengan ini kamu juga bisa menentukan langkah apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.

Membuat Laporan Rugi Laba

Kamu bisa membuat laporan rugi laba setelah mengurangi jumlah kekayaan dikurangi jumlah biaya total. Kamu akan melihat apakah laporan cash flow yang dikelola berada di posisi negatif atau positif. Dengan begitu kamu sekarang sudah tahu bagaimana mengelola keuanganmu dengan lebih efektif.

Laporan cash flow juga berguna untuk trader yang melakukan perdagangan komoditas. Dengan begitu trader bisa tahu apakah usaha yang ia kerjakan saat ini membuahkan hasil atau malah menimbulkan kerugian. Banyak trader mengalami kerugian karena tidak mempertimbangkan biaya fee saat melakukan transaksi. Dengan menyusun laporan cash flow hal ini bisa kamu hindari dengan mudah.

Salah satu media untuk mempraktekkan secara langsung penggunaan cash flow adalah dengan trading di platform pintu.co.id. Persyaratannya mudah dengan biaya transaksi yang ringan sehingga kamu bisa menikmati keuntungan trading dengan lebih optimal. Dana yang kamu tempatkan juga terjamin karena telah mendapatkan lisensi dari OJK.

Referensi:

Adam Hayes, Cash Flow Definition, diakses tanggal 26 Januari 2022

CFI, What is Cash Flow, diakses tanggal 26 Januari 2022

Accountingtools.com, Cash flow definition, diakses tanggal 26 Januari 2022

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->