Apa itu Equivalent Annual Cost dan Rumusnya?

Updated
February 17, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa itu Equivalent Annual Cost dan Rumusnya?
Reading Time: 4 minutes

Menentukan untuk berinvestasi pada sebuah aset seperti produk dan jasa merupakan sebuah keputusan yang sangat penting. Untungnya ada banyak metriks finansial yang bisa digunakan sebagai alat untuk menganalisis biaya kepemilikan barang yang nantinya bisa menjadi faktor penentu keputusan yang akan diambil.

Salah satu metriks yang paling efektif adalah equivalent annual cost atau biaya tahunan ekuivalen. Ketahui definisi, fungsi, hingga cara menghitung biaya tahunan ekuivalen dalam artikel berikut ini!

Apa itu Equivalent Annual Cost?

equivalent annual cost adalah

Equivalent annual cost (EAC) adalah biaya tahunan untuk kepemilikan, pengoperasian, dan pemeliharaan aset selama masa pakainya. EAC juga dapat digunakan sebagai salah satu strategi dalam memilih opsi-opsi investasi. Singkatnya, EAC merujuk pada biaya-biaya yang harus dikeluarkan jika seseorang memiliki sebuah aset tertentu.

Biaya tahunan ekuivalen digunakan untuk berbagai macam tujuan, termasuk penganggaran modal. Namun dalam dunia investasi, EAC lebih sering digunakan untuk menganalisis dua entitas atau perusahaan dengan masa pakai berbeda, di mana biaya menjadi variabel yang paling relevan.

Baca juga: Cara Melakukan Analisis Peluang Usaha Agar Bisnismu Sukses!

Fungsi Equivalent Annual Cost

Equivalent annual cost adalah alat ukur yang sangat berguna bagi seorang investor. Salah satu fungsi EAC adalah menentukan biaya modal untuk dua atau lebih aset yang memiliki masa pakai atau umur berbeda. Menggunakan EAC sebagai alat analisis merupakan cara terbaik untuk memilih sebuah aset dengan efektivitas biaya terbaik. Tanpa menggunakan EAC, perusahaan bisa mengeluarkan biaya-biaya yang tidak diperlukan dan cukup merugikan bagi keuangan mereka.

EAC tidak hanya berguna bagi investor saja, tetapi juga bagi manajemen atau pengelola perusahaan. Equivalent annual cost memungkinkan manajer, pemilik bisnis, atau pimpinan perusahaan untuk meninjau opsi-opsi yang ada dan memilih yang terbaik. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat biaya dan pengeluaran, serta meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, sebuah perusahaan juga dapat menemukan produk atau aset dengan masa pakai yang lebih lama dengan harga lebih murah.

Secara umum, biaya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

Bagaimana Cara Menghitung Equivalent Annual Cost?

Secara matematis, rumus Equivalent Annual Cost adalah:

rumus equivalent annual cost

Keterangan:

Asset price = harga aset

Discount rate = laba yang dibutuhkan agar aset dapat memberikan keuntungan

n = lama waktu atau periode

Baca juga: Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Dagang dan Jasa, Sudah Tau?

Contoh Equivalent Annual Cost

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, EAC memungkinkan manajer perusahaan atau pemilik bisnis untuk membuat keputusan berinvestasi pada sebuah aset. Sebagai contoh, sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan dua buah mesin yang mereka butuhkan untuk menunjang produksi. Berikut analisis dan perhitungan yang dapat dilakukan menggunakan equivalent annual cost.

  • Mesin A memiliki:
    • Modal awal / harga beli yang harus dibayar sebesar Rp 1,000.000.
    • Estimasi masa pakai mesin adalah 3 tahun.
    • Biaya perawatan tahunan sebesar Rp 100.000,
  • Mesin B memiliki:
    • Modal awal / harga beli yang harus dibayar sebesar Rp 1.500.000.
    • Estimasi masa pakai mesin adalah 5 tahun.
    • Biaya perawatan tahunan sebesar Rp85.000.
  • Biaya modal perusahaan adalah sebesar 5%.

Untuk mengetahui EAC masing-masing mesin, kita harus memperhitungkan faktor anuitasnya juga, menggunakan rumus:

contoh perhitungan equivalent annual cost

Keterangan:

r = biaya modal

t = periode waktu (masa pakai sebuah aset)

Dengan menggunakan rumus di atas, maka:

Mesin A =

cara menghitung EAC

Mesin B =

contoh cara menghitung eac

Selanjutnya, biaya awal atau harga beli yang perlu dibayar harus dibagi dengan faktor anuitas lalu ditambahkan biaya perawatan tahunan sehingga:

EAC Mesin A = (1.000.000/2,72) + 100.000 = 467.647

EAC Mesin A = (1.500.000/4,33) + 85.000 = 431.420

Setelah melakukan analisis dengan EAC, maka ditemukan bahwa membeli mesin B lebih menguntungkan karena nilai EAC-nya lebih kecil untuk masa pakai yang lebih lama.

Nah, itulah keuntungan menghitung equivalent annual cost bagi pemilik bisnis atau manajer perusahaan sebelum memutuskan pembelian sebuah aset. Meskipun demikian, sebaiknya penggunaan EAC sebagai alat ukur untuk mengetahui biaya kepemilikan sebuah aset juga dikombinasikan dengan metriks lainnya untuk memastikan kamu mendapatkan penghitungan yang lebih akurat.

Temukan informasi lainnya seputar keuangan dan investasi di Pintu Blog. Sementara bagi kamu yang ingin belajar crypto, salah satu aset investasi yang tengah diminati masyarakat luas, termasuk miliarder Mark Cuban dan jutaan investor crypto Indonesia lainnya, kunjungi Pintu Academy.  Simak juga berita crypto di Pintu News agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru dan terpercaya seputar crypto.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->