Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Solana (SOL) dalam beberapa bulan terakhir berada dalam tekanan seiring melemahnya sentimen pasar crypto global. Sejak awal September 2025, altcoin ini bergerak dalam tren turun jangka menengah akibat menurunnya minat terhadap aset berisiko.
Meski demikian, data terbaru menunjukkan potensi perubahan arah menjelang Februari 2026. Kombinasi dukungan institusional, perilaku holder jangka menengah, dan indikator teknikal mulai membentuk narasi pemulihan bagi cryptocurrency ini.

Di tengah tekanan harga, minat investor institusional terhadap Solana tetap terjaga. Data aliran dana menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 23 Januari, Solana mencatat inflow sebesar USD 92,9 juta atau sekitar Rp1,55 triliun. Angka ini menjadikan Solana sebagai aset crypto dengan arus dana institusional terbesar kedua setelah Bitcoin (BTC). Posisi ini mengindikasikan kepercayaan investor besar terhadap prospek jangka menengah Solana.
Tren tersebut semakin menonjol dalam skala mingguan. Pada pekan yang berakhir 23 Januari, Solana menjadi satu-satunya altcoin utama yang mencatat arus dana bersih positif, sementara aset lain justru mengalami outflow. Data ini memperkuat narasi bahwa Solana memiliki daya tarik tersendiri di mata institusi. Dukungan semacam ini sering kali menjadi fondasi awal bagi pemulihan harga.
Baca juga: Crypto Payments Tembus Titik Kritis: 39% Merchant Terima Kripto, Bank Besar Ikut Masuk

Selain institusi, perilaku investor ritel dan holder jangka menengah juga menunjukkan sinyal positif. Data HODL Waves memperlihatkan peningkatan signifikan pada kelompok pemegang Solana dengan durasi kepemilikan 3 hingga 6 bulan. Dalam waktu singkat, porsi kelompok ini meningkat dari 21 persen menjadi 24 persen dari total suplai SOL. Mayoritas dari mereka masuk pasar sekitar Oktober 2025.
Menariknya, banyak dari holder tersebut saat ini berada dalam posisi rugi. Namun, alih-alih menjual, mereka memilih bertahan. Sikap ini mencerminkan ekspektasi pemulihan harga di masa depan. Ketika tekanan jual berkurang, harga cenderung lebih stabil dan memberi ruang bagi akumulasi lanjutan.

Dari sisi teknikal, beberapa indikator momentum mulai mendukung narasi pemulihan. Chaikin Money Flow (CMF), yang mengukur arus modal masuk dan keluar berdasarkan harga serta volume, baru-baru ini bergerak ke wilayah positif. Ini merupakan kali pertama CMF berada di atas garis nol sejak awal Oktober. Perubahan ini menandakan mulai kembalinya aliran dana ke Solana.
Kombinasi antara inflow institusional, keyakinan holder, dan indikator teknikal menciptakan struktur pasar yang lebih sehat. Meski tren turun jangka panjang belum sepenuhnya ditembus, tekanan penurunan terlihat mereda. Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya pembalikan arah secara bertahap. Bagi pasar cryptocurrency, sinyal-sinyal seperti ini sering menjadi awal fase konsolidasi menuju reli.
Baca juga: XRP Tertekan di Awal 2026, Q1 Berat tapi Q2 Bisa Jadi Titik Balik?
Saat ini, Solana diperdagangkan di kisaran USD 127 atau sekitar Rp2,12 juta. Level ini masih bertahan di atas zona support utama USD 116, yang berperan sebagai lantai harga selama periode volatilitas terakhir. Stabilnya area ini mengurangi risiko penurunan tajam dalam jangka pendek. Meski masih berada di bawah garis tren turun jangka panjang, struktur harga mulai membaik.

Secara historis, Februari dikenal sebagai bulan yang cukup kuat bagi Solana. Rata-rata kinerja harga SOL pada Februari mencatat kenaikan sekitar 38 persen. Jika pola musiman ini kembali terulang, harga Solana berpotensi menguji area resistance di USD 147 atau sekitar Rp2,46 juta. Penembusan level ini dapat membuka jalan menuju target lanjutan di USD 167, bahkan membuka peluang kembali ke atas USD 200 dalam siklus berikutnya.
Namun, skenario negatif tetap perlu diperhatikan. Jika tekanan makro global kembali meningkat atau minat beli melemah, harga Solana berisiko menembus support USD 116. Dalam kondisi tersebut, penurunan menuju USD 106 atau bahkan di bawah USD 100 menjadi kemungkinan. Skenario ini akan membatalkan tesis bullish jangka pendek.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.