Jakarta, Pintu News – Pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa dolar AS yang lebih lemah bagus bagi Amerika menarik perhatian pasar global karena bersinggungan dengan kekuatan ekonomi blok BRICS.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika geopolitik dan tekanan berbagai negara untuk mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional. Berikut lima poin inti dari pernyataan dan konteksnya yang relevan bagi analis, investor, dan pengamat ekonomi global.
Menurut pernyataan Trump, dolar AS yang relatif melemah dapat membuat produk ekspor Amerika lebih kompetitif di pasar global karena harga lebih murah bagi pembeli luar negeri. Dalam konteks ekonomi, mata uang yang lebih lemah memang bisa menurunkan biaya barang ekspor dalam mata uang asing, sehingga berpotensi memperluas volume ekspor. Namun, mekanisme ini juga bisa meningkatkan inflasi karena biaya impor menjadi lebih tinggi bagi konsumen domestik.
Pernyataan semacam ini sering kali muncul dalam retorika politik dan ekonomi, terutama di tengah tekanan terhadap neraca perdagangan dan ketidakseimbangan global. Studi ekonomi menunjukkan bahwa efek mata uang terhadap neraca perdagangan tidak selalu linier.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

Trump juga melihat hubungan antara dolar yang melemah dan meningkatnya peran blok negara berkembang seperti BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan). Dalam narasi tersebut, penguatan BRICS dan upaya diversifikasi menuju mata uang lokal mungkin membuat posisi dolar lebih rentan, yang menurut Trump bisa ‘menguntungkan’ Amerika jika dikelola dengan baik.
Pernyataan ini memicu diskusi tentang masa depan peran dolar AS dalam perdagangan internasional. Namun, mayoritas analis ekonomi tetap melihat dolar AS sebagai mata uang cadangan global utama untuk sementara, meskipun ada upaya diversifikasi oleh beberapa negara anggota BRICS.
Mata uang yang lebih lemah memang bisa mendukung ekspor, tetapi sekaligus meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi domestik jika tidak diimbangi produktivitas yang kuat. Dalam konteks investasi dan pasar modal, dolar yang melemah juga bisa mempengaruhi aset-aset berdenominasi dolar, termasuk obligasi pemerintah AS.
Dampaknya terhadap pasar crypto pun kompleks: sebagian investor melihat dolar yang lemah sebagai faktor yang mendukung aset bernilai alternatif seperti emas atau cryptocurrency, sementara yang lain menunggu stabilitas makro sebelum mengambil posisi besar.
Setelah pernyataan tersebut, sejumlah analis pasar menyatakan bahwa retorika tentang dolar yang melemah sering kali mencerminkan ketidakpastian ekonomi makro dan bukan perubahan fundamental dalam kebijakan moneter.
Kebijakan Federal Reserve, laju inflasi, dan prospek pertumbuhan ekonomi AS tetap menjadi faktor utama yang menentukan nilai dolar dalam jangka menengah hingga panjang. Bahkan jika ada desakan retorik seperti yang disampaikan Trump, kebijakan moneter independen cenderung mengikuti data ekonomi daripada pernyataan publik semata.
Investor dalam pasar finansial — termasuk treasury, saham, dan crypto — perlu menggabungkan indikator ekonomi luas dengan sentimen politik untuk melihat gambaran valuasi mata uang global. Perubahan nilai dolar dapat membawa efek lanjutan yang kompleks, termasuk aliran modal keluar-masuk negara berkembang.
Isu dominasi dolar dan upaya diversifikasi oleh negara-negara BRICS bukan konsep baru; sejumlah anggota telah mengupayakan peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral dan penyimpanan cadangan devisa diversifikasi. Meskipun demikian, transisi ke sistem moneter multipolar biasanya sangat lambat dan kompleks. Perubahan signifikan dalam dominasi dolar AS kemungkinan akan memerlukan konsolidasi kerja sama lintas negara serta perubahan struktural dalam mekanisme perdagangan global.
Narasi pernyataan semacam ini sering kali lebih banyak memicu diskusi daripada mencerminkan perubahan langsung dalam struktur pasar finansial global. Investor dan pelaku pasar perlu menggabungkan data makro nyata dengan rentang waktu jangka panjang dalam menganalisis implikasi semacam ini.
Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.