Jakarta, Pintu News – Ethereum (ETH), aset native jaringan Ethereum, kembali tertekan setelah turun ke level terendah tahun ini di sekitar US$1.927 dan kini tercatat lebih dari 60% di bawah rekor sepanjang masa US$4.950.
Penurunan ini menjadi ujian besar bagi keyakinan para holder, dengan data on-chain dan arus masuk ke bursa mengindikasikan awal fase bear market baru. Di tengah tekanan jual tersebut, satu kelompok pemegang besar justru tercatat menambah eksposur, meski belum jelas apakah akumulasi ini cukup kuat untuk mengangkat ETH kembali ke atas US$2.000.
Lima bulan terakhir, data distribusi Ethereum berdasarkan ukuran kepemilikan menunjukkan pergeseran perilaku yang jelas antar kelompok wallet. Dompet berisi 100–1.000 ETH turun dari sekitar 9,79 juta ETH (Agustus 2025) menjadi 8,32 juta ETH, sementara kelompok 1.000–10.000 ETH menyusut dari 14,51 juta menjadi 12,26 juta ETH. Perubahan ini mengindikasikan pemegang kecil–menengah cenderung mendistribusikan aset mereka seiring harga kembali ke kisaran Mei 2025.

Sebaliknya, kelompok wallet besar tampak memanfaatkan kelemahan harga untuk akumulasi. Dompet berisi 10.000–100.000 ETH naik dari 17,18 juta menjadi 19,77 juta ETH, dan dompet 100.000+ ETH meningkat dari 2,75 juta menjadi 3,68 juta ETH. Ini menunjukkan tekanan jual dari pemegang menengah diserap oleh whale dan entitas besar. Meski demikian, dominasi akumulasi di level atas belum menjamin pembalikan tren tanpa dukungan sentimen pasar yang lebih luas.
Baca juga: Peluang Bitcoin Tembus $90.000 Kian Tipis, Pasar Opsi Sudah “Angkat Tangan”?
Secara on-chain, Ethereum kini diperdagangkan di bawah realized price untuk seluruh kelompok pemegang, yaitu rata-rata harga terakhir koin berpindah tangan. Realized price untuk wallet 100.000+ ETH berada di sekitar US$2.120, sementara kelompok 100–1.000 ETH mendekati US$2.690. ETH sempat ditutup di bawah realized price agregat sekitar US$2.630 pada akhir pekan, level yang sering terkait dengan tekanan jual berbasis stres finansial.

Kondisi “di bawah harga modal rata-rata” di semua kelompok ini berarti mayoritas pemegang berada dalam posisi rugi secara mark-to-market. Secara historis, fase seperti ini sering berhubungan dengan kapitulasi lokal, tetapi juga membuka ruang risiko penurunan tambahan jika sentimen tidak membaik. Tanpa katalis positif yang jelas, investor ritel cenderung ragu menambah posisi, meskipun whale mulai membangun akumulasi.
Baca juga: Bitcoin Jebol $64.000, Tekanan Jual Makin Ekstrem: Di Mana Titik Bottom BTC?
Dari sisi mikrostruktur pasar, tekanan jual Ethereum tercermin jelas di bursa Binance. Arus masuk ETH ke Binance melonjak ke sekitar 1,63 juta ETH dalam satu hari, level tertinggi sejak 2022. Lonjakan inflow di tengah tren harga turun biasanya dibaca sebagai persiapan jual atau rebalancing defensif, bukan sekadar perpindahan teknis. Hal ini menjaga risiko downside tetap tinggi karena suplai siap jual di bursa meningkat.

Data eksekusi juga memberi sinyal serupa. Rasio taker buy/sell di Binance bertahan di sekitar 0,94, di bawah level netral 1, dengan rata-rata 30 dan 50 hari juga konsisten di bawah 1. Artinya, order jual agresif mendominasi dibanding order beli agresif dalam jangka pendek. Sejumlah analis menilai kombinasi inflow tinggi dan rasio taker yang lemah ini sebagai indikasi awal “true bear season” untuk ETH, dengan kondisi harga yang sulit berpeluang berlanjut lebih lama.
Penurunan Ethereum (ETH) di bawah US$2.000 disertai tiga sinyal utama: distribusi oleh pemegang menengah, akumulasi oleh whale, dan tekanan jual yang kuat di bursa. ETH kini diperdagangkan di bawah realized price seluruh kelompok pemegang, menandakan fase stres luas di kalangan investor. Selama arus masuk ke bursa dan dominasi order jual belum mereda, risiko penurunan lanjutan tetap tinggi, meski akumulasi oleh pemegang besar berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan jangka panjang.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.