7 Fakta Baru: Apakah Turunnya Harga Bitcoin (BTC) Akhirnya Mulai Mereda?

Updated
February 11, 2026
Share


Jakarta, Pintu News –  Penurunan harga Bitcoin (BTC), aset cryptocurrency terbesar di dunia, menunjukkan tanda-tanda perlambatan setelah tekanan jual dalam beberapa minggu terakhir. Analisis terbaru menyebutkan bahwa tekanan jual mulai melemah meskipun tanda-tanda rebound yang kuat masih bergantung pada permintaan dari investor institusional dan kondisi makro ekonomi global.

1. Tekanan Jual Bitcoin Mulai Melemah

Sell-off atau tekanan jual Bitcoin mengalami perlambatan menurut data on-chain terbaru, yang menunjukkan bahwa agresivitas penjual menurun. Para analis mengamati bahwa tren penurunan tidak secepat beberapa minggu sebelumnya. Kondisi ini bisa menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai mencari titik stabil harga meskipun belum ada konfirmasi pembalikan tren.

Meski demikian, masih ada tekanan downside karena likuiditas yang ketat di pasar crypto. Hal ini berarti meskipun tekanan jual menurun, peluang bagi harga untuk terus turun tetap ada jika tidak ada katalis positif yang kuat.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pengaruh Jeffrey Epstein di Silicon Valley yang Mengejutkan

2. Akumulasi oleh “Whales” Menjadi Sinyal Penting

3 altcoin diburu whale crypto tahun baru 2026
Generated by AI

Data menunjukkan bahwa pada pekan lalu alamat besar (whales) berhasil membeli sekitar 54.458 BTC saat harga turun. Aktivitas akumulasi seperti ini seringkali diasosiasikan dengan stabilisasi harga setelah periode tekanan jual tinggi. Whales biasanya menyerap sebagian supply yang dilepas pasar, yang bisa mengurangi tekanan jual lebih lanjut.

Namun para analis menekankan bahwa akumulasi oleh whales tidak serta-merta berarti tren turun telah berakhir. Fungsi akumulasi whales lebih ke menyerap tekanan jual pasif daripada memicu pembalikan tren jangka pendek.

3. Pergerakan Harga Terendah Sejak Oktober 2025

Penurunan harga signifikan membuat BTC turun lebih dari 44 persen dari rekor tertingginya pada 6 Oktober 2025 di sekitar USD 126.080 (setara sekitar Rp2,11 miliar per BTC dengan asumsi kurs Rp16.771/USD). Saat ini BTC diperdagangkan mendekati kisaran USD 69.600 atau sekitar Rp1,17 miliar.

Kondisi ini menempatkan pasar cryptocurrency secara keseluruhan dalam fase koreksi panjang, bahkan beberapa pengamat menilai pasar saat ini lebih mirip dengan kondisi bearish daripada pola konsolidasi jangka pendek.

4. Indikator Distribusi On-Chain Mulai Stabil

Beberapa indikator on-chain yang digunakan untuk menilai kesehatan pasar mulai menunjukkan sinyal positif. Misalnya, Spot Cumulative Volume Delta (CVD) tetap sangat negatif tetapi pada level yang historis berkaitan dengan kelelahan penjual, yang berarti kemungkinan besar penjual besar sudah mengurangi aktivitas agresif mereka.

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa sebagian besar supply BTC kini berada di posisi merugi, sehingga pemegang jangka panjang yang telah merugi cenderung tidak menjual, menahan tekanan jual lebih jauh. Namun ini bukan jaminan pembalikan harga.

5. Peran Permintaan Institusional Masih Kunci

Meski tekanan jual terlihat mereda, para analis menekankan bahwa momentum rebound yang signifikan tetap bergantung pada partisipasi investor institusional. Aliran modal dari institusi ke pasar Bitcoin dan aset crypto lainnya masih relatif rendah dan belum meningkat secara konsisten.

Permintaan dari institusi biasanya menjadi pemicu utama kenaikan harga jangka panjang, terutama di tengah kondisi makro yang tidak menentu dan kebijakan moneter global yang ketat. Ketidakpastian ini tetap menjadi hambatan utama untuk rebound berkelanjutan.

6. Market Sentiment Masih Tertahan

Meskipun tekanan jual melambat, sentimen pasar masih tertahan oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga, ketidakpastian ekonomi global, dan arus modal keluar dari aset berisiko. Hal ini membuat investor tetap berhati-hati mengambil posisi besar di pasar crypto.

Sentimen yang hati-hati ini kemudian berdampak pada volume perdagangan yang relatif rendah dan pergerakan harga yang kurang volatil secara positif, yang berbeda dengan periode bullish sebelumnya.

7. Prospek Harga Bitcoin ke Depan

Walau tekanan jual menunjukkan tanda mereda, konsensus pasar saat ini adalah bahwa pembalikan tren belum terkonfirmasi. Investor perlu mengamati lebih jauh data on-chain dan aliran modal institusional secara berkelanjutan.

Harga Bitcoin tetap rentan terhadap sentimen makro dan kebijakan global, sehingga pemulihan jangka panjang bisa memerlukan katalis dari permintaan institusional atau perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi global.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Transfer 2,5 BTC ke Wallet Genesis Bitcoin

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8