Jakarta, Pintu News – Harga perak dunia telah mengalami fluktuasi signifikan dalam tiga dekade terakhir, mencerminkan respons terhadap kondisi ekonomi global, permintaan industri, dan sentimen pasar. Pada awal periode 30 tahun lalu, harga perak relatif stabil di kisaran rendah, namun sejak krisis keuangan global 2008 dan meningkatnya permintaan industri serta investasi, harga menunjukkan tren kenaikan yang cukup kuat dalam jangka panjang.
Data historis menunjukkan bahwa harga perak dalam US Dollar (USD) per troy ounce telah bergerak dari level di bawah $10 lebih dari tiga dekade lalu menuju periode peningkatan yang tajam pada beberapa tahun terakhir.
Selama periode ini, harga perak mencapai titik tertinggi puluhan tahun melewati resistensi historis di atas $118 per ounce sebelum mengalami koreksi. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika makro seperti kebijakan moneter, inflasi, dan perubahan permintaan dari sektor teknologi dan energi terbarukan. Pergerakan harga ini penting bagi investor yang memantau aset safe-haven serta komoditas industri, karena perak berperan ganda sebagai logam mulia dan bahan baku sektor industri elektronik dan energi surya.
Tren panjang harga perak menunjukkan fase harga rendah stabil hingga akhir 1990-an dan awal 2000-an. Pada masa ini, harga bergerak relatif sempit antara $4 hingga $6 per ounce sebelum mengalami peningkatan besar setelah krisis ekonomi global 2008. Kenaikan tersebut sebagian dipicu oleh perubahan kebijakan moneter global dan pergeseran investor ke aset hard asset sebagai lindung nilai terhadap risiko.
Selama dekade 2010-an, harga perak menunjukkan volatilitas tinggi dengan puncak pada periode rally komoditas yang diikuti koreksi setelahnya. Lonjakan harga tercatat ketika perak mendekati atau melewati level $40-$50 per ounce, mencerminkan periode bullish kuat yang kemudian stabil kembali sebelum memasuki fase konsolidasi.
Baca Juga: 5 Fakta Tentang Pengaruh Jeffrey Epstein di Silicon Valley yang Mengejutkan

Beberapa faktor penting telah memengaruhi grafik harga perak selama 30 tahun terakhir, antara lain permintaan industri, kebijakan moneter, dan sentimen investasi. Perak memiliki fungsi ganda sebagai logam mulia dan bahan industri, sehingga perubahan permintaan sektor industri sering berdampak langsung pada harga.
Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral, terutama di Amerika Serikat, memengaruhi daya tarik perak sebagai aset safe-haven. Penurunan suku bunga dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi sering kali mendorong investor mencari perlindungan melalui logam mulia, termasuk perak. Periode manis ini terkadang diikuti oleh periode konsolidasi ketika kondisi ekonomi membaik atau rentang nilai dolar menguat.
Melihat grafik harga 30 tahun terakhir memberikan perspektif bahwa perak telah mengalami beberapa fase siklus harga besar. Pada awalnya, logam ini relatif undervalued dibanding emas, namun setelah periode meningkatnya permintaan industri dan investasi, perak menunjukkan potensi upside signifikan. Puncak historis di atas $118 per ounce menandai titik tertinggi dalam periode tersebut sebelum mengalami penyesuaian pasar.
Menilai grafik dalam konteks ini membantu investor memahami area support dan resistance jangka panjang. Fluktuasi historis memungkinkan analisis teknikal yang lebih matang untuk menentukan potensi entry dan exit dalam strategi investasi komoditas atau diversifikasi portofolio dengan aset lain seperti cryptocurrency.
Data terkini yang tersedia menunjukkan harga perak berfluktuasi di sekitar bawah $80 per ounce pada awal 2026, tetap lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Lonjakan harga dalam beberapa periode terakhir menunjukkan adanya kekuatan permintaan fisik dan tekanan pasar. Para analis memperkirakan bahwa trend jangka panjang masih akan didorong oleh kombinasi permintaan industri, perkembangan teknologi, dan ekspektasi ekonomi global.
Meski demikian, pergerakan jangka pendek tetap rentan terhadap volatilitas global yang dipengaruhi faktor seperti kebijakan suku bunga, data makro, dan ketidakpastian geopolitik. Menilai grafik harga 30 tahun terakhir menjadi langkah penting untuk memahami dinamika jangka panjang serta risiko yang terlibat dalam investasi komoditas seperti perak.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik di Balik Transfer 2,5 BTC ke Wallet Genesis Bitcoin
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.