Jakarta, Pintu News – Harga emas dan perak berada dalam fase rally struktural yang kuat pada 2026, menurut Emkay Wealth Management, yang menilai momentum bullish bukan sekedar spekulasi jangka pendek tetapi bagian dari pergeseran global dalam alokasi portofolio investor.
Rally ini didukung oleh akumulasi oleh bank sentral, ekspektasi suku bunga, serta permintaan industri bagi perak. Situasi ini mendorong pertanyaan baru bagi investor pemula dan berpengalaman tentang bagaimana cara berinvestasi yang tepat di logam mulia saat fase pasar seperti ini berlangsung. Berikut lima pendekatan investasi yang direkomendasikan.
Emkay Wealth menyatakan bahwa kenaikan harga emas dan perak saat ini didorong oleh tren struktural terhadap alokasi modal global, bukan oleh aksi spekulatif jangka pendek. Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka, sementara tingkat suku bunga diperkirakan akan mendukung aset safe-haven. Permintaan industri perak yang meningkat juga menambah dukungan fundamental bagi logam ini.
Dalam konteks ini, investor perlu memahami bahwa rally tersebut berakar pada perubahan perilaku alokasi modal, terutama di tengah ketidakpastian global. Aset seperti emas dan perak semakin dilihat sebagai bagian inti dari portofolio, bukan sekadar hedge taktis. Strategi investasi harus mempertimbangkan aspek ini, terutama ketika logam mulia mulai mencatat level harga yang signifikan.
Baca Juga: Tokenized Commodities Melampaui $6 Miliar: Apa Artinya bagi Pasar Crypto?
Emkay Wealth menyarankan bahwa investor tidak sebaiknya mengejar rally secara agresif, tetapi memanfaatkan momentum emas dan perak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Alokasi yang disarankan untuk investor baru umumnya berada di kisaran 5–10 persen dari total portofolio. Sementara itu, investor dengan alokasi logam mulia lebih tinggi, sekitar 25–30 persen, disarankan meninjau portofolio mereka untuk mengelola risiko profit taking.
Diversifikasi menjadi penting karena emas dan perak memiliki karakter yang berbeda dari instrumen berisiko seperti saham atau crypto. Ketika pasar tradisional mengalami tekanan, logam ini dapat berfungsi sebagai penyangga risiko dan menyediakan stabilitas harga jangka panjang.

Terdapat beberapa instrumen yang dapat digunakan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap emas dan perak. Investasi fisik seperti batangan atau koin tetap menjadi pilihan klasik. Namun, opsi lain seperti ETF (Exchange Traded Funds), reksa dana yang fokus pada emas, atau produk aset logam lainnya menawarkan likuiditas dan kemudahan akses bagi investor modern.
Produk ETF khususnya cocok bagi investor yang ingin memiliki logam mulia tanpa kerepotan penyimpanan fisik. Sementara itu, reksa dana emas memberikan akses melalui manajer investasi yang mengelola portofolio logam sebagai bagian dari strategi mereka.
Mengingat rally harga yang kuat, Emkay Wealth merekomendasikan pendekatan investasi bertahap, terutama selama fase koreksi harga jangka pendek. Dengan membeli pada saat harga mengalami penurunan sementara, investor dapat mengurangi dampak volatilitas pasar terhadap portofolio mereka.
Pendekatan ini mirip dengan konsep dollar-cost averaging di pasar saham atau ETF, di mana pembelian dilakukan secara berkala tanpa memikirkan harga puncak. Strategi ini membantu investor mengambil posisi secara disiplin tanpa terpengaruh FOMO (fear of missing out).
Investor yang sudah memiliki eksposur signifikan terhadap emas dan perak sebaiknya meninjau portofolio mereka secara berkala. Hal ini penting untuk menilai apakah alokasi aset masih sesuai dengan tujuan investasi serta toleransi risiko mereka. Emkay Wealth menekankan bahwa alokasi logam mulia lebih dari 30 persen mungkin perlu evaluasi lebih lanjut untuk strategi profit taking atau rebalancing.
Peninjauan berkala memastikan bahwa investor tidak terlena oleh rally harga semata, tetapi tetap mempertahankan rasio aset yang sehat dan mendukung tujuan keuangan jangka panjang.
Baca Juga: 7 Alasan Permintaan Perak Tetap Kuat di 2026: Defisit Pasar & Investasi Naik
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUt), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.