Jakarta, Pintu News – Penurunan Bitcoin (BTC) ke USD 59.930 atau sekitar Rp1.007.783.580 memicu spekulasi baru di pasar crypto. Koreksi 32% ini menjadi yang terdalam sejak halving 2024 dan dinilai Kaiko Research sebagai kemungkinan “titik tengah” bear market saat ini. Meski demikian, sebagian analis melihat level ini berpotensi menjadi dasar lokal. Perdebatan pun muncul apakah pasar cryptocurrency masih memiliki ruang turun lebih dalam.
Menurut Kaiko, retracement sekitar 52% dari puncak USD 126.000 masih tergolong dangkal dibanding siklus sebelumnya. Secara historis, Bitcoin kerap turun 60% hingga 68% sebelum membentuk dasar kuat. Jika pola tersebut terulang, potensi bottom bisa berada di kisaran USD 40.000–50.000 atau sekitar Rp672.240.000–Rp840.300.000. Hal ini menunjukkan risiko penurunan belum sepenuhnya tertutup.

Volume perdagangan spot crypto di 10 bursa terpusat terbesar juga turun sekitar 30%, dari USD 1 triliun menjadi USD 700 miliar. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat spekulatif. Dalam siklus sebelumnya, fase pelemahan volume sering terjadi sebelum periode akumulasi baru dimulai. Kondisi tersebut mengindikasikan pasar sedang memasuki fase penyesuaian.
Baca juga: Sinyal Bottom Pertama dalam 3 Tahun? Harga Bitcoin Beri Tanda Tekanan Jual Mulai Mereda

Open interest futures gabungan Bitcoin dan Ethereum (ETH) turun dari USD 29 miliar menjadi USD 25 miliar dalam sepekan. Penurunan 14% ini menunjukkan terjadinya deleveraging atau pengurangan posisi berisiko. Biasanya, kondisi ini muncul saat pelaku pasar memilih bersikap defensif. Pengurangan leverage dapat membantu meredakan tekanan jual berlebihan.
Meski begitu, Bitcoin masih bergerak sesuai kerangka siklus empat tahunan berbasis halving. Sejumlah katalis yang sebelumnya mendorong reli masih dinilai relevan. Beberapa analis bahkan menyebut pembahasan rebound kini lebih soal waktu, bukan kemungkinan. Namun, kepastian arah tetap membutuhkan konfirmasi teknikal lebih lanjut.
Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Bitcoin untuk Pemula 2026
Level USD 60.000 atau sekitar Rp1 miliar berdekatan dengan rata-rata pergerakan 200 minggu yang historisnya menjadi support kuat. Sebagian analis menilai area ini cukup solid untuk menjadi dasar lokal. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga turun ke level terendah sejak 2018 dan 2020, menandakan kondisi oversold. Sentimen investor pun berada di titik sangat rendah.
Namun, Kaiko menilai retracement saat ini masih relatif dangkal dibanding siklus sebelumnya. Jika tekanan berlanjut, volatilitas tambahan tetap mungkin terjadi. Tanpa katalis baru di pasar crypto, pergerakan harga berpotensi tetap fluktuatif. Oleh karena itu, konfirmasi pembalikan tren belum sepenuhnya terbentuk.
Koreksi Bitcoin ke sekitar Rp1 miliar memicu dua pandangan: titik tengah bear market atau dasar lokal. Data volume dan derivatif menunjukkan pelemahan, tetapi indikator oversold mulai muncul. Dalam pasar cryptocurrency yang dinamis, arah selanjutnya bergantung pada kekuatan support dan masuknya permintaan baru. Investor perlu tetap disiplin mengelola risiko di tengah ketidakpastian.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.