Rumus Personal Income dan Cara Menghitungnya, Simpel!

Updated
December 5, 2022
‚ÄĘ Waktu baca 4 Menit
Gambar Rumus Personal Income dan Cara Menghitungnya, Simpel!
Reading Time: 4 minutes

Besar penghasilan memang tidak menjamin kebahagiaan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa penghasilan yang besar memudahkan banyak hal dalam hidupmu. Tinggi rendahnya pendapatan (personal income) bisa menentukan kualitas hidup seseorang atau individu. Lantas seperti apa rumus personal income dan bagaimana cara menghitungnya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Personal Income?

Personal income adalah jumlah semua pendapatan yang diterima oleh seorang individu atau rumah tangga selama periode tertentu. Personal income dihitung sebagai pendapatan individu atau rumah tangga yang didapat dari berbagai sumber. Secara umum, personal income merupakan semua uang yang didapat seseorang pada periode tertentu.

Personal income termasuk pendapatan yang diperoleh melalui transfer (bukan hasil usaha). Ini juga termasuk modal yang diterima seorang individu dari berbagai sumber selama periode tertentu. Jadi personal income tak hanya berasal dari gaji atau penghasilan seseorang dari hasil kerjanya, tapi bisa juga berasal dari sumber lainnya.

Beberapa contoh personal income adalah dividen dari surat berharga, saham, tunjangan pensiun, tunjangan sosial, uang sewa dan lain sebagainya. Personal income dihitung sebelum dikurangi pajak. Oleh karena itu di beberapa negara, disebut pula sebagai gross income.

Baca juga: Ini 6 Jenis Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan yang Terjamin!

Jenis-Jenis Personal Income

contoh personal income

Secara umum, jenis-jenis personal income dibagi menjadi tiga, yaitu:

Nominal Personal Income (NPI)

Nominal Personal Income adalah jumlah pendapatan yang diterima seorang individu atau rumah tangga dari berbagai aktivitas, tidak termasuk dengan pajak.

Disposable Personal Income (DPI)

Disposable Personal Income (DPI) adalah sejumlah uang yang benar-benar digunakan oleh seseorang atau rumah tangga. DPI merupakan NPI ditambah dengan berbagai pengeluaran wajib seperti biaya sewa rumah, peralatan dan sejenisnya.

Real Personal Income (RPI)

Real Personal Income (RPI) adalah personal income yang dihitung dengan mempertimbangkan inflasi. RPI sangat berguna untuk menghitung pembayaran tetap selama periode tertentu.

Rumus RPI = DPI ‚Äď Indeks Inflasi

Selain itu, personal income juga bisa dibagi berdasarkan cara mendapatkannya, yaitu:

Active Income

Active income adalah pendapatan yang didapat dari bekerja, entah itu dari menjadi karyawan tetap maupun tidak tetap di sebuah perusahaan. Bisa juga pendapatan dari bekerja sebagai wiraswasta.

Passive Income

Passive income adalah Pendapatan yang didapat tanpa aktif bekerja. Misalnya dari dividen saham, pembayaran uang sewa properti, transfer dari pihak lain (misalnya orang tua yang mendapatkan transfer uang dari anak-anaknya), dan lain sebagainya.

Buat kamu yang tertarik lebih lanjut mengenai passive income, beberapa artikel ini cocok untukmu.

  1. Jenis-Jenis Passive Income yang Bisa Kamu Lakukan
  2. Cara Mendapatkan Passive Income Melalui Crypto
  3. Cara Mendapatkan Bunga Belasan Persen dari Crypto, Mudah!

Cara Mencari Personal Income

Pada umumnya, negara memiliki data rata-rata personal income dari warganya. Tujuannya untuk mengetahui berapa kemampuan bayar rata-rata warganya. Biasanya akan dibuat data per area karena personal income dan kemampuan bayar di tiap area mungkin berbeda-beda.

Untuk mendapatkan data personal income, maka biasanya akan dilakukan sensus per rumah tangga oleh badan sensus. Saat ini, negara juga bisa dengan mudah mengecek kemampuan bayar individu dan rumah tangga dari jejak digital. Dari sini, bisa terlihat daftar belanja, pendapatan dan aset seseorang. Dengan pencatatan data yang semakin baik, maka lebih mudah mendata personal income. Di Indonesia sendiri, data personal income biasanya dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Lalu, bagaimana jika kamu ingin tahu berapa banyak personal income yang kamu dapatkan tiap bulannya? Kamu bisa hitung sendiri dengan menggunakan rumus personal income di bawah ini.

Rumus Personal Income

rumus personal income

Rumus personal income setiap individu berbeda-beda, karena tiap orang dan rumah tangga memiliki sumber pendapatan yang berbeda-beda. Namun secara umum, berikut rumus personal income yang bisa kamu gunakan.

Personal Income = Active Income + Passive Income

Baca juga: Anti Repot, Simak 7 Cara Membuat Uang Bekerja untuk Kita!

Cara Menghitung Personal Income

Karena personal income didapat tanpa menghitung pajak yang wajib dibayarkan, maka cara menghitungnya sebenarnya cukup mudah.

Contoh Cara Menghitung Personal Income Individual

Contoh personal income bisa kamu lihat dari uraian berikut. Misalnya, dalam satu rumah tangga yang bekerja hanya 1 orang bernama Andi. Maka bisa dihitung personal income Andi atau rumah tangga Andi dengan data sebagai berikut.

Pendapatan Andi dari:

  • Gaji bulanan: Rp10 juta
  • Dividen dari investasi: Rp3 juta
  • Pendapatan dari sewa properti: Rp2,5 juta
  • Pendapatan dari transfer orang tua: Rp2 juta

Maka, personal income Andi adalah = Rp10 juta + Rp3 juta + Rp2.5 juta + Rp2 juta = Rp17,5 juta.

Contoh Cara Menghitung Personal Income Suatu Negara

Misalnya, negara A memiliki data keseluruhan pendapatan penduduknya sebagai berikut:

  • Gaji dan upah penduduk: Rp8 triliun
  • Tunjangan pensiun penduduk Rp1,3 triliun
  • Pendapatan sewa properti: Rp700 miliar
  • Pendapatan bunga: Rp1,5 triliun
  • Tunjangan Sosial dari pemerintah: Rp2,8 triliun
  • Pendapatan hak milik: Rp1,5 triliun

Maka, untuk menghitung personal income penduduk negara A, semua data di atas harus dijumlahkan seperti di bawah ini:

  • Personal income negara A = gaji dan upah penduduk + tunjangan pensiun penduduk + pendapatan sewa properti + pendapatan bunga + tunjangan sosial dari pemerintah + pendapatan hak milik
  • Personal income negara A = Rp15,8 triliun per tahun.

Dengan mengetahui rumus personal income, kamu jadi tahu berapa banyak pendapatan yang kamu dapatkan setiap bulannya. Jadi kamu bisa sesuaikan dengan pengeluaran kamu pula. Jika pendapatan kamu masih belum bisa memenuhi pengeluaran, kamu bisa cari sumber pendapatan lainnya.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian, contoh hingga cara menghitung personal income. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Kamu bisa menemukan informasi lainnya seputar finansial dan investasi di Pintu Blog. Sementara buat kamu yang ingin belajar crypto, salah satu aset yang per Agustus 2022 lalu telah diinvestasikan lebih dari 16,1 juta orang di Indonesia, kunjungi Pintu Academy.

Ingin berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja? Download Pintu sekarang di sini.

Referensi:

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->